Denpasar, Aktual.co — Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait menemukan data mencengangkan dari kasus Angeline (sebelumnya ditulis Angelina), bocah 8 tahun yang hilang misterius di Denpasar, Bali.
Menurut Aris, dari keterangan wali kelas Angeline di tempatnya menimba ilmu, bocah berparas manis itu patut diduga mengalami kekerasan. 
“Kemungkinan mendapat kekerasan, itu kita tadi mendapatkan informasi dari wali kelas,” kata Aris usai bertemu Kapolda Bali, Senin (25/5).
Dua bulan sebelum dinyatakan hilang, wali kelas Angeline sempat memandikan Angeline lantaran pakaiannya lusuh dan beraroma tak sedap. 
“Saat dimandikan itu, karena anak itu sering bau, ada memar-memar di badannya,” ucap Aris.
Selain itu, Aris menjelaskan jika Angeline juga sering terlambat datang ke sekolah. “Dia juga sering pusing, rupanya karena sering tidak makan. Jadi dikasih makan oleh wali kelasnya,” papar Aris. 
Menurut Aris, Angeline sangat mempercayai wali kelasnya. “Wali kelas itu sumber informasi terpercaya ketika empat hari sebelum anak ini hilang,” tegas dia.
Masih menurut keterangan wali kelas yang didapat Aris, Angeline merupakan sosok yang tak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal.
“Anak ini tidak gampang untuk ikut sama orang lain. Dengan begitu dapat dipastikan dia ke luar dari rumah itu dijemput oleh orang yang dikenal. Orang itu siapa, itu bisa keluarga terdekat,” jelasnya. 
Ditambahkan, hilangnya Angeline menjadi kasus serius yang mesti mendapat perhatian lebih.
“Ini persoalan serius yang membuat kita semakin intensif dan coba dilokalisir agar (Angeline) tak ke luar dari wilayah Denpasar.”

Artikel ini ditulis oleh: