Jakarta, Aktual.co — Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen Pol Mochamad Iriawan menyatakan hasil penyelidikan sementara beras sintetis atau mengandung plastik di Bogor hanya ditemukan seberat 15 kg.
“Ada (beras) 15 kg yang kita temukan,” kata Kapolda di markas Polres Sumedang, Senin (25/5).
Ia menuturkan, kasus beras plastik yang membuat resah masyarakat itu masih didalami lebih lanjut untuk mengetahui pelaku yang menyebarkannya.
“Polda Jabar masih melakukan penyelidikan atau pengembangan perkara agar bisa mengungkap siapa pelaku penyebar beras plastik itu,” katanya.
Polisi, lanjut dia, belum menetapkan tersangkanya, namun baru mengetahui asal beras plastik tersebut merupakan impor yang diduga dari Cina.
“Kita masih terus mengembangkan kasus ini termasuk mengungkap motif dibalik beredarnya beras plastik ini,” katanya.
Polres Bogor Kabupaten dan Polda Jabar, kata dia, terus berupaya mencari informasi dari mana asal beras plastik itu.
“Jika sudah ada hasil laboratorium, kita akan kejar pembuatnya, bahkan kita pun bisa mengetahui apakah beras itu berasal atau dibuat dari dalam atau luar Jabar,” katanya.
Ia berharap masyarakat Jabar tidak resah dengan kabar beredarnya beras plastik di wilayah Bogor itu.
Polda Jabar, kata dia, telah meningkatkan kewaspadaan terhadap beras mengandung plastik agar tidak beredar di pasaran.
“Kita turunkan perintah kepada para kepolisian di wilayah agar rutin menggelar operasi termasuk megawasi tempat penggilingan padi,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby

















