Jakarta, Aktual.com — Laju rupiah pada perdagangan hari ini masih diproyeksi di jalur positif. Bahkan penguatan ini masih menjadi lanjutan dari tren sebelumnya.
Menurut analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, pergerakan rupiah masih terimbas sentimen sebelumnya yang didukung oleh beberapa faktor positif.
“Antara lain, kondisi ekonomi makro Indonesia yang dianggap akan membaik dan porsi dana asing di Surat Utang Negara (SUN) domestik yang kembali meningkat,” terang Reza dalam analisis hariannya, Jumat (4/3).
Ditambah lagi, kata dia, sentimen eksternal juga ikut memicu rupiah nerada di jalur penguatan. Seperti aksi People Bank of China (PboC) yang menurunkan giro wajib minimum (GWM) telah membuat para investor kembali tenang terhadap sentimen devaluasi yuan.
Pun demikian dengan masih kuatnya tekanan terhadap dolar AS. Menurut Reza, adanya para pelaku pasar yang menantikan rilis data ketenagakerjaan AS di bulan Februari ini masih menekan terhadap laju dolar AS.
“Sehingga tekanan terhadap laju USD makin kuat lagi,” jelasnya.
Dengan adanya sentimen positif yang masih dapat terjaga diharapkan membuat laju rupiah masih dalam tren positifnya. “Maka diperkurakan support rupiah akan nerada di level 13.327 serta resisten 13.309. Tapi tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah,” kata Reza.
Ia kembali melanjutkan, tren penguatan rupiah diharapkan dapat kembali terjadi seiring masih adanya imbas sentimen-sentimen positif tersebut.
“Dengan asumsi aksi beli masih terjadi dan harga minyak yang masih berpeluang melanjutkan pergerakan positifnya maka laju rupiah pun akan terbantu untuk menguat,” jelas dia.
Meski begitu, jika asumsi tersebut tidak terpenuhi maka waspadai potensi pembalikan arah melemah. “Dalam tren pelemahan ini, support rupiah bisa di angka 13.200 serta resistennya di level 13.300. Makanya, pelaku pasar jangan berhenti untuk mencermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah,” pungkas dia.
Artikel ini ditulis oleh:

















