Jakarta, Aktual.com — Jakarta, Aktual.com – Pada perdagangan hari ini, rupiah berpotensi melanjutkan penguatannya. Namun, para pelaku pasar tetap diminta untuk waspada.

Pasalnya, bukan tidak mungkin tiba-tiba rupiah terdepresiasi karena potensi untuk itu masih tetap ada seperti mata uang dunia lain yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat.

Analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menegaskan, asumsi bahwa rupiah masih akan menguat memang ada. Sehingga , laju rupiah masih bertahan di teritori positif. Namun, jika asumsi itu tidak tercapai, maka waspadai potensi pembalikan arah melemah.

“Maka kami proyeksikan, support rupiah di level Rp13.035, sedangkan resistennya Rp13.020. Akan tetapi, Tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah,” katanya dalam analisis hariannya, Selasa (8/3).

Ia menambahkan, sebelumnya, analisa NH Korindo menyampaikan, penguatan rupiah mendekati area oversold, namun jika diasumsikan tidak terjadi profit taking, maka laju rupiah dapat bertahan di area positif.

Makanya, dengan kondisi itu pergerakan rupiah pada perdagangan kemarin tidak seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kehabisan daya untuk bergerak menguat.

“Rupiah mampu mengalami kenaikan, seiring menguatnya sejumlah mata uang regional terhadap dollar AS,” ujar Reza.

Ketidakjelasan sikap Federal Reserve AS terkait kebijakan menaikkan suku bunga Fed fund rate justru telah menjadi sentimen negatif bagi dollar AS.

Sehingga, imbuhnya, kondisi tersebut dimanfaatkan oleh mata uang lain seperti euro, poundsterling, dollar Australia, yen dan yuan untuk bergerak menguat terhadap dollar AS.

“Hal itu telah berimbas pada sentimen positif terhadap laju rupiah,” pungkas dia

Artikel ini ditulis oleh:

Eka