Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11). IHSG pada Senin sore ditutup menguat tipis sebesar 9,40 poin atau 0,2 persen ke 4.464,58 dengan 100 saham menguat, 175 melemah, dan 76 stagnan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/15.

Jakarta, Aktual.com — Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat naik 0,52 % atau 25,25 poin ke level 4.839,03, pada Senin (14/3) pagi, saat investor menunggu keputusan Bank of Japan, The Fed, serta Bank Indonesia terkait suku bunga.

Laju perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat melanjutkan penguatannya seperti pada penutupan akhir pekan lalu, kendati penguatannya masih terbatas.

Menurut analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, kondisi positif tersebut karena dari beberapa indikator yang ada, dapat mendorong laju IHSG menuju tren apresiasinya.

“Adanya kenaikan pada pasar obligasi dan rupiah, membuat laju IHSG dapat berpeluang untuk melanjutkan kenaikannya, meski masih terbatas,” ujar  dalam analisis hariannya, Senin (14/3).

Apalagi di pekan ini, akan ada rapat FOMC dan rapat RDG Bank Indonesia yang diharapkan berdampak positif pada laju IHSG. “Sehingga jelang momen keduanya dapat mempertahankan laju IHSG di zona hijau,” tegas dia.

Untuk itu, pada perdagangan hari ini, support IHSG berada di level 4.755-4.766 dan level resistennya 4.837-4.861.

Selain laju rupiah yang positif, kondisi di Asia dan Eropa juga telah membuat pengaruh bagus bagi pola gerak IHSG. Dari Eropa, setelah para investor berharap akan adanya quantitive easing, perpanjangan stimulus, maupun pengurangan tingkat suku bunga telah berjalan sesuai perkiraan.

Sehingga kini, Euro Central Bank (ECB) telah mematok deposit rate-nya di level -0.4% dari sebelumnya -0.3% serta menaikan stimulus dari €60 miliar menjadi €80 miliar per bulan (Rp 1.123 triliun).

“Keadaan tersebut membuat pelaku pasar masih positif secara jangka pendek terhadap IHSG, meski sebenarnya IHSG masih berada dalam area overbought,” paparnya.

Apalagi dari aspek teknikal, laju IHSG juga masih positif. Berdasar Stochastic %K(38) %D(48) (NearOversold), RSI Line yang berada di level 57.9 dengan Signal line di 68.2, dan MACD juga positif.

“Maka laju IHSG mampu bertahan di atas area target support 4.739-4.764. Namun, masih di bawah area target resisten kami di 4.823-4.847,” tegasnya.

Dengan kondisi itu, pelaku pasar dapat mempertimbangkan laju saham berikut ini:

1. BBNI akan berada di kisaran 5.300-5.500. Diharapkan beli selama bertahan di atas 5.300 dan cut loss di level 5.250

2. MPPA akan berada di kisaran 1.740-1.800. Dianjurkan buy on weakness (BoW) di bawah 1.750

3. TBIG akan berada di kisaran 5.750-6.050. Dianjurkan beli selama bertahan di atas 5.900 dan cut lpss di level 5.850.

4. ADHI akan nerada di kisaran 2.690-2.785. Direkomendasikan beli selama bertahan di atas 2.690 dan cut loss di level 2.680.

5. MIKA akan berada di kisaran 2.400-2.625. Diharapkan beli selama bertahan di atas 2.400 dan cut loss di level 2.390.

6. INCO akan berada di kisaran 1.800-1.925. Disarankan beli selama bertahan di atas 1.850 dan cut loss di level 1.840.

7. PWON akan berada di kisaran 494-540. Disarankan beli selama bertahan di atas 495 dan cut loss di level 490.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan