Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11). IHSG pada Senin sore ditutup menguat tipis sebesar 9,40 poin atau 0,2 persen ke 4.464,58 dengan 100 saham menguat, 175 melemah, dan 76 stagnan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/15.

Jakarta, Aktual.com — Mengawali pekan ini Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Senin (21/3) berada di level 4.871,25 atau turun 14,46 Poin.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di awal pekan ini akan diwarnai kuatnya volume beli, tapi sekaligus juga masih marak aksi jualnya. Hal ini membuat arah laju IHSG sendiri belum jelas ke depannya.

“Kami prediksi, arah IHSG masih belum jelas, karena ada kondisi sama kuatnya volume beli dan jual,” ujar analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, dalam analisis hariannya, Senin (21/3).

Kondisi tarik-ulur di pasar ini dikarenakan IHSG sendiri masih menyimpan utang gap yang berada di kisaran 4.813-4.835 dan 4.861-4.869.

Namun demikian, ia sendiri optimis dengan adanya sentimen positif yang diharapkan bisa meningkatkan volume beli.

“Sehingga IHSG dapat melanjutkan kenaikan dan memberikan kejelasan arah. Tetapi, tetap cermati sentimen yang ada,” saran Reza.

Berdasar analisanya dari kondisi tersebut, maks pada perdagangan hari ini laju IHSG diprediksi akan berada pada support di kisaran 4.822-4.853, sedangkan resistennya di rentang 4.918-4.930.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan