Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/7). IHSG ditutup melemah 0,65 persen atau 31,96 poin ke posisi 4,869.85 pada penutupan bursa saham sebelum libur lebaran dan akan kembali diperdagangkan pada Kamis (23/7) mendatang. ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna/ed/pras/15

Jakarta, Aktual.com — Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (4/4) melemah sebesar 0.06% atau 3,04 poin ke 4.840,15.

Kinerja dalam laporan keuangan beberapa emiten sepanjang 2015 lalu yang kurang memuaskan dipandang akan mengganggu laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Apalagi, harga minyak dunia yang masih fluktuatif akan membuat pola penguatan IHSG kian terbatas, bahkan bisa lebih lama di zona merah.

Menurut analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menilai, secara umum pergerakan IHSG masih berpotensi menguat yang didukung oleh stabilitas ekonomi domestik, seperti laju inflasi dan rupiah yang tetap terjaga.

“Namun, faktor pemberat berada pada fluktuasi harga minyak mentah dunia dan ditambah hasil laporan kinerja emiten full year yang beragam dan banyak yang merugi,” jelas dia dalam analisis hariannya, Senin (4/4).

Dengan demikian kondisi tersebut, kata dia, akan berdampak pada kian memperberat kenaikan IHSG.

Kendati begitu, banyaknya faktor yang menopang IHSG itu juga dianggap akan mampu mengerek terus untuk bergerak naik.

“Salah satu indikatornya, masih terus terjadinya capital inflow ke dalam pasar modal kita,” tegas William.

Lebih lanjut ia menegaskan, saat ini support IHSG berada pada level 4.801 masih terjaga kuat. Sedangkan target resisten berada pada level 4.881.

“Sehingga pada perdagangan hari ini IHSG berpotensi menguat,” ucap dia.

Untuk itu, ia menegaskan, adanya potensi penguatan IHSG yang dibayangi sentimen negatif dari kinerja emiten dan fluktuasi harga minyak dunia mesti disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi sembilan saham.

“Kesembilan saham itu adalah, SMRA, WIKA, WTON, TBIG, BBNI, BBCA, PGAS, PWON dan ASII,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan