Menteri ESDM Sudirman Said (kiri) berdiskusi dengan Dirut PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto (kanan) saat memaparkan hasil rapat terbatas membahas penetapan harga BBM di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/3). Pemerintah menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar turun masing-masing Rp500 per liter per 1 April 2016, premium menjadi Rp6.450 per liter, solar menjadi Rp5.150 per liter berlaku hingga September 2016, penetapan tersebut akan diikuti penurunan tarif angkutan publik. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/aww/16.

Jakarta, Aktual.com — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESSM), diketahui telah melakukan pembangunan LNG mini yang terdiri dari Floating Regassification Unit (FRU), Floating Storage, dan LNG Cararrer.

Berdasarkan keterangan rilis pada situs Kementerian ESDM yang dikutip Aktual.com pada Senin (4/4) dijelaskan bahwa fasilitas tersebut merupakan kerjasama antara Indonesia Power (IP) dan PT Pelindo III.

Dalam penjelasan Menteri ESDM, Sudirman Said mengatakan bahwa total nilai investasi tersebut mencapai USD150 juta.

Dia berharap proyek ini akan mampu melayani PLTDG Pesanggaran hingga sebesar 200 MW “ini akan membuat Bali benar-benar terlepas dari penggunaan diesel,” tutur Sudirman.

Lebih lanjut Sudirman mengklaim bahwa proyek ini akan mampu melakukan efisiensi dari aspek pemeliharaan hingga sebesar Rp48 miliar.

Selain itu, dia tuga mengatakan jumlah konsumsi diesel sebanyak 890KL per hari, jika dikalkulasi dalam waktu setahun, maka akan berjumlah 320.000 KL sehingga akan mampu mengurangi emisi karbon hingga 300 ribu ton CO2 per tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Dadangsah Dapunta
Arbie Marwan