Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11). IHSG pada Senin sore ditutup menguat tipis sebesar 9,40 poin atau 0,2 persen ke 4.464,58 dengan 100 saham menguat, 175 melemah, dan 76 stagnan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/15.

Jakarta, Aktual.com — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sesi perdagangan hari ini memungkinkan untuk mengalami penguatan. Akan tetapi sentimen global tetap harus diwaspadai pelaku pasar.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menegaskan, penguatan IHSG itu dapat ditopang sentimen positif dengan adanya stabilitas terkait data cadangan devisa (cadev) Maret 2016 ini.

“Rilis data cadev Maret 2016 hari ini diproyeksikan akan tetap stabil dan menjadi salah satu sentimen positif IHSG,” sebut dia dalam analisis hariannya, Kamis (7/4).

Menurut dia, saat ini IHSG tengah nekerja keras untuk melewati target resisten terdekatnys di level 4.909. “”Makanya, kami proyeksikan pada perdagangan hari ini, IHSG bisa menguat,” jelas dia.

Namun demikian, pelaku pasar jangan sampai melupakan sentimen negatif di tengah proyeksi kenaikan IHSG tersebut. Pasalnya, tegas William, laju IHSH dianggap masih berat untuk menyentuh target resisten itu.

“Gara-garanya, masih adanya fluktuasi harga minyak mentah dunia yang masih dalam tren penurunan,” tandas dia.

Meski begitu, kenaikan itu bisa saja terjadi untuk mampu menembus level resistennya, apabila support di level 4.837 dapat dipertahankan dengan baik.

“Makanya, di tengah proyeksi seperti itu, kami sarankan sembilan saham yang patut menjadi pertimbangan,” sarannya.

Kesembilan saham tersebut adalah, BBNI, JSMR, TLKM, AALI, BWPT, WIKA, SMCB, PWON dan ASRI.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan