1 dari 6
Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqodas (kiri), bersama Komisioner Komnas HAM Siane Indriani (kanan), menunjukan uang yang diberikan orang yang ditenggarai Polisi kepada keluarga korban Siyono saat mengumumkan hasil otopsi jasad Siyono di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (11/4/2016). Tim forensik Muhammadiyah bersama seorang dokter forensik Polda Jawa Tengah menemukan sejumlah luka akibat benda tumpul ditubuh Siyono, warga Klaten, Jawa Tengah yang tewas setelah ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.
Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqodas (kiri), bersama Komisioner Komnas HAM Siane Indriani (kedua kanan) dan Hafid Abbas (kanan) menunjukan foto saat dilakukan otopsi jasad Siyono di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (11/4/2016). Tim forensik Muhammadiyah bersama seorang dokter forensik Polda Jawa Tengah menemukan sejumlah luka akibat benda tumpul ditubuh Siyono, warga Klaten, Jawa Tengah yang tewas setelah ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.
Tim forensik Muhammadiyah bersama seorang dokter forensik Polda Jawa Tengah menemukan sejumlah luka akibat benda tumpul ditubuh Siyono, warga Klaten, Jawa Tengah yang tewas setelah ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.
Tim forensik Muhammadiyah bersama seorang dokter forensik Polda Jawa Tengah menemukan sejumlah luka akibat benda tumpul ditubuh Siyono, warga Klaten, Jawa Tengah yang tewas setelah ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.
Tim forensik Muhammadiyah bersama seorang dokter forensik Polda Jawa Tengah menemukan sejumlah luka akibat benda tumpul ditubuh Siyono, warga Klaten, Jawa Tengah yang tewas setelah ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.
Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqodas (kiri) bersama Komisioner Komnas Ham Prof. Dr.Hafid Abbas (kanan) saat akan melakukan jumpa persnya di Komnas HAM,Jakarta, Senin (11/4). Tim forensik Muhammadiyah bersama seorang dokter forensik Polda Jawa Tengah menemukan sejumlah luka akibat benda tumpul ditubuh Siyono, warga Klaten, Jawa Tengah yang tewas setelah ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.
Artikel ini ditulis oleh:
















