Warga kampung Aquarium duduk santai di perahunya yang dijadikan tempat mengungsi dan tingal mereka usai penertiban kemarin yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta di Kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu(13/4/2016). Beberapa warga yang tidak mendapatkan rumah susun dan belum memiliki tempat tinggal sementara. warga menetap di perahu hingga mendapatkan tempat tinggal.

Jakarta, Aktual.com – Sekitar 200 warga masih bertahan pascapenggusuran Pasar Ikan dan Akuarium di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (11/4) lalu. Menyebar di sampan, sisa kios atau tanggul permanen yang diatapi triplek sisa bangunan, sekedar untuk merebahkan badan.

Warga dari RT 01, 02 dan 12 di RW 4 itu tetap bertahan karena sudah tidak tahu lagi mau pergi ke mana, setelah rumah mereka diratakan escavator yang dikawal 4.000 lebih pasukan. “Sebagian warga ada anak-anak dan balita,” ucap perwakilan warga, Surya Rachmawati dengan nada lirih, Rabu (13/4).

Tutur Surya, warga masih menagih janji Camat Penjaringan Abdul Khalid untuk membuka dialog. Sebelum penggusuran, sang camat berjanji tidak akan keluarkan surat peringatan ke dua (SP 2) bagi warga yang tinggal di daratan. Kenyataannya, hanya janji kosong.

Sekarang warga hanya meminta apa yang jadi haknya. Setidaknya pemerintah mengganti rugi bangunan milik warga. “Kita juga bukan warga yang melanggar, kita warga yang taat kepada peraturan pemerintah. Masih membayar pajak dan memiliki KTP. Bahkan sebagian warga juga mengantongi surat girik,” ucap dia.

Dituturkan dia, hingga saat ini dari data yang dikumpulkan warga ada sekitar 50 kepala keluarga yang terlantar tinggal di sana.

Artikel ini ditulis oleh: