Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/7). IHSG ditutup melemah 0,65 persen atau 31,96 poin ke posisi 4,869.85 pada penutupan bursa saham sebelum libur lebaran dan akan kembali diperdagangkan pada Kamis (23/7) mendatang. ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna/ed/pras/15

Jakarta, Aktual.com — Mengawali pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik tipis sebesar 0,06% atau 2,80 poin ke posisi 4.714,68.

Pada perdagangan awal pekan ini, pola gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih akan berada di zona merahnya.

Walaupun nantinya ada sedikit potensinya kenaikan, maka sifatnya sangat terbatas. Dengan kondisi seperti itu, maka pelaku pasar diminta tetap waspada dan selektif dalam menentukan aksi jual dan beli terhadap saham-saham yang dikoleksinya itu.

“Meski di akhir pekan kemarin mampu bertahan di zona hijau di level 4712, tapi saat ini berat untuk menguat. Karena sentimen positifnya nyaris tidak ada,” tutur analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, dalam analisis hariannya, Senin (23/5).

Kendati begitu, pihaknya tetap berharap adanya penguatan. Hal itu terjadi jika ada sentimen positifnya yang mendukungnya. Dan jika sentimen positif itu mampu bertahan, maka IHSG akan berbalik mengkonfirmasi kenaikan.

“Kami berharap ada kenaikan pada IHSG, meski masih terbatas. Makanya tetap cermati sentimen yang ada,” pinta dia.

Namun demikian, lanjut Reza, kalaupun terjadi penguatan, tetap masih harus diuji seberapa kuat kenaikan tersebut akan bertahan. Pasalnya, saat ini, laju IHSG yang masih berada dalam tren penurunannya.

“Untuk itu, pada perdagangan hari ini laju HSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.690-4.673, sedangkan target resistennya di kisaran 4.729-4.752,” tandas Reza.

Reza kembali menambahkan, dari analisa teknikal pun IHSG belum terlalu menunjukkan penguatannya. Memang dari indikator bullish mulai terlihat pergerakan berbalik arah menguat, tapi indikator stochastic dan RSI masih berada di area oversold. Sementara, indikator MACD masih menunjukkan pergerakan mendatar.

“Sehingga laju IHSG berada di atas area target support 4.659-4.688 dan masih di bawah area target resisten kami di kisaran 4.731-4.764,” ungkap dia.

Dengan demikian, jelas Reza, adanya potensi pelemahan lanjutan pada IHSG di perdagangan hari ini mesti disikapi para pelaku pasar dengan mempertimbangkan tujuh saham berikut ini:

1. SMCB akan berada pada kisaran 980-1050, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 980 dan cut-loss di level 960.

2. WIKA akan berada pada kisaran 2210-2450, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 2200 dan cut-loss di level 2180.

3. ANTM akan berada pada kisaran 650-710, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 650 dan cut-loss di level 635.

4. SMGR akan berada pada kisaran 9000-9400, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 9000 dan cut-loss di level 8925.

5. GIAA akan berada pada kisaran 450-474, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 450 dan cut-loss di level 444.

6. ADHI akan berada pada kisaran 2450-2560, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 2450 dan cut-loss di level 2420.

7. INAF akan berada pada kisaran 930-1000, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 930 dan cut-loss di level 910.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan