Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/7). IHSG ditutup melemah 0,65 persen atau 31,96 poin ke posisi 4,869.85 pada penutupan bursa saham sebelum libur lebaran dan akan kembali diperdagangkan pada Kamis (23/7) mendatang. ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna/ed/pras/15

Jakarta, Aktual.com — Jelang akhir pekan, Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (27/5) dibuka turun tipis sebesar 0,04% atau 2,12 poin ke level 4.782,45.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk menguat pada perdagangan akhir pekan ini diprediksi masih akan tertahan oleh aksi profit taking (ambil untung).

Pasalnya, setelah perdagangan kemarin ditutup menguat tipis, maka pada hari ini diprediksi akan banyak pelaku pasar, terutama investor jangka pendek, untuk melakukan aksi jual sahamnya.

“Laju IHSG yang sedang mencoba membentuk tren kenaikan kembali, tapi masih terhadang oleh adanya aksi ambil untung untuk menahan peluang penguatan lanjutan,” analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam analisis hariannya, Jumat (27/5).

Menurut Reza, dengan kondisi tersebut, laju IHSG diperkirakan akan kembali bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas dan diselingi dengan pelemahan. “Makanya tetap cermati sentimen yang ada,” tandas dia.

Untuk itu, pada perdagangan hari ini laju IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.754-4.769, sedangkan target resisten di kisaran 4.801-4.822.

Dari sisi teknikal sendiri memang indikator yang ada lebih banyak menunjukkan potensi penguatan. Namun dengan kuatnya pengaruh sentimen dari sisi fundamental, maka laju IHSG akan mudah volatile.

Berdasar indikator bearish hanging man, kata dia, menunjukkan pergerakan menguat lanjutan, tapi stochastic dan RSI mendekati area jenuh beli. Sementara, indikator MACD masih berada pada teritori positif.

“Sehingga laju IHSG kemungkinan berada di atas area target support 4.702-4.734 dan masih di bawah area target resisten kami di kisaran 4.793-4.819 hingga akhir sesi kemarin,” tegasnya.

Dengan demikian, jelas dia, pola penguatan IHSG yang diwarnai aksi profit taking tersebut layak disikapi para pelaku pasar dengan mempertimbangkan tujuh saham berikut ini:

1. LSIP akan berada pada kisaran 1500-1575, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 1500 dan cut-loss di level 1480.

2. BBRI akan berada pada kisaran 10300-10850, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 10300 dan cut-loss di level 10100.

3. AISA akan berada pada kisaran 1365-1450, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 1360 dan cut-loss di level 1340.

4. GGRM akan berada pada kisaran 69250-72300, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 69250 dan cut-loss di level 69100.

5. BISI akan berada pada kisaran 1650-1715, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 1650 dan cut-loss di level 1630.

6. ANTM akan berada pada kisaran 680-715, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 680 dan cut-loss di level 665.

7. BRPT akan berada pada kisaran 486-545, disarankan beli selama diperdagangkan di atas 486 dan cut-loss di level 480.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan