Jakarta, Aktual.com – Perkembangan ekonomi yang masih melambat memang berdampak pada kinerja beberapa emiten yang terus menurun. Apalagi emiten sektor komoditas energi yang kemarin babak belur.
Untuk itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap kinerja emiten yang tercermin dalam laporan keuangan per enam bulan akan membaik. Sehingga hal ini akan berdampak pada laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperkirakan bakal menembus 5.000.
“Dengan adanya laporan keuangan pada kuartal kedua itu mencerminkan kinerja emiten tersebut. Sehingga pada akhirnya akan menggenjot IHSG pada semester kedua tahun ini,” tegas Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, di Jakarta, Selasa (14/6).
Apalagi setelah laporan keuangan kuartal I-2016 sudah dirilis yang hasilnya lumayan bagus, kata Samsul, kalau di kuartal kedua juga bagus maka akan menjadi sentimen positif bagi pasar.
“Jadi setelah kita sudah tahu laporan keuangan emiten di kuartal I-2016, maka tinggal diperkuat lagi dengan laporan keuangan Juni. Kalau keuangan Juni oke, saya kira optimis ya bisa mencapai index di atas 5.000,” harap dia.
Dia juga memprediksi kinerja emiten sektor energi akan membaik seiring dengan perbaikan harga komoditas energi yang mulai meningkat.
“Untuk emiten sektor energi kemungkinan sudah memiliki tingkat produktivitas yang baik dengan adanya refracturing,” ungkap dia.
Cara itu, kata dia, sebagai metode efektif untuk meningkatkan usia sumur minyak yang tentunya akan berdampak terhadap kinerja keuangan yang meningkat.
“Jadi kalau refracturing itu sudah selesai, maka sangat mungkin membantu sekali,” jelas dia.
Meski begitu, kata dia, BEI terus memperhatikan sentimen global yang terjadi saar ini yang tentunya akan berdampak pada kinerja IHSG.
Salah satunya sentimen kenaikan suku bunga bank sentral AS (the Federal Reserve) atau the Fed Fund Rate. Pihaknya belum bisa memperkirakan sebesar apa dampaknya terhadap IHSG tersebut.
“The Fed kita enggak bisa ngukur seberapa besarnya (dampaknya). Sama juga dengan kinerja rupiah, mau depresiasi atau apresiasi terhadap IHSG, sedang kami analisis. Kita pakai korelasi analisa,” pungkas dia.
Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan
















