Banda Aceh, Aktual.co — Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Saaduddin Djamal memimpin razia penegakkan syariat Islam dari Sabtu (23/5) hingga Minggu (24/5) dihinari di sejumlah karoke, warung kopi, hotel dan tempat hiburan lainnya di Banda Aceh. 
Hasilnya, tiga pasangan non muhrim ditangkap dan membubarkan turnamen domino. Awalnya, Illiza dan tim yang di-backup oleh puluhan aparat Satpol PP/WH dan kepolisian ini mendatangi sebuah cafe plus tempat karaoke di kawasan Simpang Lima sekitar pukul 23.30 WIB. 
Di sini, petugas mengamankan sepuluh wanita, lima pria dan satu waria. Mereka didapati sedang berada di ruang karaoke secara berpasang-pasangan yang merupakan non muhrimnya hingga larut malam.
Sebelum digelandang petugas ke Kantor Satpol PP/WH karena dugaan khalwat, para wanita yang rata-rata masih berusia muda itu berserta rekan prianya diberi nasehat dan peringatan oleh Wali Kota Illiza. Selain itu, pemilik usaha juga mendapat teguran keras karena menyediakan tempat yang dinilai rawan maksiat. 
Illiza juga sempat menegur karyawan di cafe tersebut karena tidak berbusana Islami. Berikutnya, Illiza dan rombongan menuju ke sebuah warung kopi di kawasan Lamnyong yang sedang menggelar turnamen Batu Domino. Di sana, Illiza mendatangi langsung para pengunjung yang sedang asyik bermain domino ke meja mereka dan membubarkannya.
Sementara pemilik Warkop berserta sejumlah barang bukti berupa Batu Domino, triplek alas permainan dan brosur turnamen turut diboyong pertugas ke Kantor Satpol PP/WH Banda Aceh.
Kemudian, dua hotel berbintang juga dirazia. Hotel pertama yang disambangi tim dinyatakan bersih, petugas tidak menemukan pelanggaran syariat apapun di sana. Namun pada target kedua, petugas berhasil mendapati tiga pasangan muda-mudi di salah satu kamar di lantai dua hotel tersebut. Saat diinterograsi petugas, ketiga wanita muda yang mengaku hanya mampir sebentar ke kamar rekan prianya itu tidak dapat menunjukkan kartu identitas apapun. 
Guna pemeriksaan lebih lanjut, keenam remaja tanggung itu ikut diamankan petugas dalam razia yang berakhir berakhir menjelang azan Subuh tersebut. 
Kasatpol PP/WH Banda Aceh melalui Kasi Perundang-Undangan dan Syariat Islam Evendi SAg, menjelaskan, selain menjadi agenda rutin, operasi yang digelar pihaknya semalam dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan yang sudah dekat. 
“Dan yang paling penting, ini merupakan bentuk komitmen kami untuk tetap menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat terkait pelanggaran syariat Islam yang terjadi di tengah-masyarakat,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh: