Jakarta, Aktual.com – Direktur Eksekutif IndoBarometer Muhammad Qodari mengatakan bahwa PDI Perjuangan terlambat dalam menentukan sikap terkait Pilkada Serentak 2017 di DKI Jakarta. PDIP tersalip dengan Partai Golkar yang telah memberikan dukungan pencalonan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Harus diakui PDIP agak terlambat. Sinyal Golkar akan mendukung Ahok sudah lama, dari pernyataan Ketua Umum Setya Novanto. Menurut saya sehari dua hari dari pernyataan Novanto, PDIP mengambil keputusan. PDIP itu partai besar di DKI, pada titik itu agak gengsi,” ujar dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (25/6).
Kenapa PDIP bisa terlambat dalam menentukan sikap? Qodari menilai karena faktor Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Di satu sisi banyak kader-kader PDIP tidak menginginkan Ahok, satu sisi lain Mega masih menginginkan Ahok.
Lebih jauh ke belakang, ia mengungkapkan sikap PDIP pada Pilkada 2012 lalu. Saat itu, sosok yang didukung PDIP adalah Joko Widodo (Ahok) bukan Ahok dengan alasan kader partai. Pada Pilkada 2017 ini juga sama, kader-kader banteng moncong putih menginginkan pencalonan kader partai dalam hal ini Djarot Saiful Hidayat.
“Kenapa sampai hari ini masih terbuka ruang dukung Ahok, disitu ada Megawati. Mega punya hati atau kedekatan emosionial dengan Ahok. Proses ini maju kena mundur kena, partainya sudah tidak mau dengan Ahok, ibunya masih mau dengan Ahok,” jelas Qodari.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby













