Jakarta, Aktual.co — Puluhan siswa Diniyah dan PAUD di Kampung Angsa, Desa Ciantaasih, Kecamatan Gekbrong, Cianjur, Jabar, terpaksa belajar di bekas kandang ayam karena sejak berdiri hingga saat ini, belum pernah mendapat bantuan pemerintah.
Bahkan ketika musim penghujan tiba, tidak jarang puluhan siswa tersebut, terpaksa dipulangkan karena pihak sekolah tidak berani mengambil risiko jika siswa yang tengah menjalani proses belajar mengajar tertimpa atap bangunan yang sudah tua.
“Kami mendirikan sekolah ini karena terdorong dari tingginya minat anak usia sekolah di wilayah ini, untuk dapat terus mengenyam pendidikan dan tidak putus sekolah karena faktor ekonomi orang tua yang sulit,” kata Dadan Sasmita pendiri DTA Alimanihtada dan PAUD Tunas Asih 1, di Cianjur, Minggu (24/5).
Sebelumnya sejak 2005 puluhan anak putus sekolah kerap belajar di rumah miliknya, namun atas keinginan untuk mendirikan sekolah, pada 2011 seorang pengusaha di wilayah tersebut, menghibahkan tanah miliknya yang sudah ada kandang ayam di atasnya.
“Meskipun berbentuk kandang ayam awalnya, kami menyulap bangunan tersebut menjadi tempat kegiatan belajar mengajat untuk siswa Diniyah dan PAUD. Keterbatasan dana membuat kami terpaksa hanya merehab sebisanya, dimana ruang kelas masih berlantai tanah merah berdinding bilik anyam,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby