Jakarta, Aktual.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan puncak arus balik Lebaran tahun ini akan terjadi pada Sabtu (9/7) ini. Untuk antisipasi kepadatan yang menumpuk, pihak Kemenhub tetap akan menerapkan kebijakan buka-tutup terutama untuk tempat istirahat (rest area) di sepanjang jalan tol.
“Puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada H+3 Lebaran atau hari Sabtu ini. Kami sudah siap dengan segala antisipasinya. Dan hingga Jumat kemarin, lalu lintas angkutan masih terpantau lancar-lancar saja,” tutur Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran Nasional Terpadu, Sri Lestari, dalam keterangan media yang diterima, Sabtu (9/7).
Kemungkinannya, kata dia, puncak arus balik ini tidak akan seramai pada arus mudik lalu. Pasalnya, pada arus mudik itu, semua pemudik mayoritas menargetkan pada hari H lebaran sudah tiba di tujuan.
“Sehingga terjadi penumpukan kendaraan di jalan. Pada arus balik kali ini, puncak arus balik akan berbeda dengan arus mudik lalu. Dan kemungkinannya, untuk arus balik ini menyesuaikan dengan kegiatan masing-masing,” jelas dia.
Dia menambahkan, titik kepadatan, Sri pada rute Jawa Barat dari arah Sumatera, diprediksi akan terjadi di Tol Karang Tengah. Sementara untuk daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, titik kepadatan diprediksi akan terjadi di Pantura dan Pintu tol Brebes.
“Nantinya, apabila terjadi kemacetan, kebijakan buka-tutup rest area (di dalam tol) akan kembali dilaksanakan,” kata Sri.
Berdasarkan laporan Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2016, kata dia, hingga Jumat (8/7) kemarin atau H+2, dilaporkan sebanyak 150.851 sepeda motor dan 13.401 mobil telah masuk ke wilayah Jabodetabek.
Sementara jumlah bus dan penumpang yang datang di terminal utama sebanyak 1.000 bus dan 9.477 penumpang.
Dari data itu, untuk jumlah bus dan penumpang yang datang di terminal bantuan sebanyak 50 bus dan 1.768 penumpang, jumlah bus dan penumpang yang datang sebanyak 91 bus dan 150 penumpang.
“Dan penumpang moda kereta api pada hari Jumat kemarin mencapai 163.241 orang. Penumpang moda laut berjumlah 40.716 orang,” tutup dia.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid















