Jakarta, Aktual.co — Ribuan warga Perumahan Taman Bukit Sari VIP II, Kota Balikpapan, terancam tidak mendapat pasokan air bersih setelah kolam penampung air milik pengembang PT Villa Intra Persada (VIP) mengering pada pekan ini.
“Sekarang tinggi permukaan air sudah sampai mulut selang penyedot. Bila tidak hujan, paling ini cukup untuk beberapa hari ke depan,” kata teknisi fasilitas pengolah air PT VIP, Muhammad Yusuf, di Balikpapan, Minggu (24/5).
Sejak perumahan itu dihuni pada 2003, warga VIP II memang belum mendapatkan fasilitas air bersih dari PDAM Kota Balikpapan. Selama ini, mereka mengandalkan pasokan air dari kolam dan sumur bor yang dialirkan oleh pengembang tersebut.
Namun, seiring dengan bertambahnya penghuni Perumahan VIP II, debit air dari fasilitas pengolahan sendiri tidak lagi mencukupi.
Warga, terutama yang rumahnya di bukit, kerap kali tidak kebagian air hingga berhari-hari. Pembagian air secara bergilir juga tidak menyelesaikan masalah.
Apalagi, pengembang juga terlihat tidak memelihara fasiltas pengolahan yang ada. Kolam penampungan air hujan dibiarkan bertambah dangkal dan dari tiga sumur bor, termasuk pompanya, juga dibiarkan rusak.
“Giliran kami minta pengembang untuk rapat bersama membahas masalah ini, tidak ada yang datang dari pihak PT VIP,” kata Ketua RT 24 Perumahan VIP II, M Yahya.
Ia juga menambahkan, selama ini warga juga sudah berusaha mendapatkan layanan PDAM, namun karena keterbatasan jaringan, warga VIP II yang terdiri dari 225 kepala keluarga dan dua RT belum bisa terlayani.
“Ironis juga, lha wong reservoir PDAM untuk sekitar sini ada di atas bukit yang ada di kawasan VIP II,” kata Mestiko, tokoh masyarakat setempat.
Keresahan warga tentang pasokan air bersih ini bertambah dengan semakin dekatnya bulan Ramadhan.
Karena masalah ini, warga sempat mendemo pengembang dan meminta Direktur PT VIP Chandra bertemu langsung dengan mereka, namun hingga warga akhirnya bubar, Chandra yang saat ditelepon mengaku sedang dalam perjalanan ke VIP II, tidak pernah sampai.
“Kalau pengembang tidak perhatikan masalah ini, kami akan hentikan pembangunan rumah-rumah baru di sini,” ancam seorang warga.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby

















