Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/7). Setelah sepekan libur Lebaran, Indeks Harga Saham Gabungan melesat di hari pertama perdagangan. Indeks ditutup menguat 1,96% menjadi 5.069,02 dengan volume transaksi sebesar 6,09 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 9,18 triliun. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/16.

Jakarta, Aktual.com – Laju nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diprediksi masih akan melanjutkan tren pelemahannya. Pasalnya, setelah sepekan lalu rupiah menguat cukup kuat, pada saat ini para pelaku pasar mulai melakukan aksi profit taking atau ambil untung mengingat sentimen positif kian menghilang.

“Laju rupiah mulai bergerak melemah terbatas meski USD Indeks juga sebenarnya ditutup melemah tipis pada perdagangan sebelumnya. Hal ini yang mesti diwaspadai para pelaku pasar,” tutur analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, dalam analisis hariannya, Rabu (13/7).

Kondisi ini terjadi, setelah banyak pelaku pasar di pasar keuangan memanfaatkannya dengan aksi ambil untung setelah rupiah gagal untuk menembus level resistennya di area 13.100.

“Untuk itu, harap mewaspadai adanya pelemahan lanjutan terhadap rupiah dalam jangka pendek ini. Dikarenakan secara teknikal pergerakan USD-IDR mulai bergerak berbalik arah dengan support 13.135 serta resistennya 13.092,” papar dia.

Padahal, mata uang lain seperti euro dan poundsterling masih mengalami penguatan seiring adanya ekspektasi penurunan tingkat suku bunga oleh Bank of England (BoE) sebesar 25 bps menjadi 0.25%. Hal ini dilakukan guna merespon Brexit.

Hal itu ternyata, direspon positif oleh para pelaku pasar. Yang tergambar dengan posisi EUR-USD yang menguat 0,57% serta GBP-USD menguat 1.09%.

“Tapi sayangnya, dari dalam negeri masih minim sentimen, sehingga kenaikan sebelumnya dimanfaatkan untuk melakukan aksi jual,” jelas Reza.

Sebelumnya, pihak NH Korindo menegaskan, dengan memanfaatkan pelemahan USD, rupiah dapat terus melanjutkan penguatannya yang cenderung menguji level resisten di area 13.000.

Apalagi adanya rencana pelantikan Komjen Tito Karnavian menjadi Kapolri baru pada Rabu (13/7) ini diharapkan mampu dijadikan sentimen pelaku pasar untuk setidaknya membuat rupiah kembali melakukan penguatan lanjutannya.

“Namun nyatanya rupiah tetap melemah. Makanya pelaku pasar tetap cermati sentimen yang ada,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid