Petugas Bank Mandiri menunjukkan pecahan uang rupiah dan dollar Amerika Serikat di Jakarta, Jumat (18/3). Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya dengan terapresiasi 0,27 persen atau 35 poin ke level Rp13.040 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (18/3). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/nz/16.

Jakarta, Aktual.com – Sempat menguat 7 poin pada pembukaan Jumat (15/7) pagi diposisi Rp13.066/USD, pada saat berita ini dimuat kurs rupiah kembali bergerak negatif di level Rp13.084/USD.

Kurs dolar AS melemah terhadap pound Inggris pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah bank sentral Inggris, Bank of England (BoE), secara mengejutkan mengumumkan bahwa ia tidak akan memberikan stimulus tambahan.

BoE memutuskan untuk mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah pada 0,5 persen dan menjaga kebijakan pelonggaran kuantitatif di 375 miliar pound (atau 500 miliar dolar AS).

Keputusan bank sentral membawa pasar dengan kejutan untuk Mark Carney, Gubernur BoE, yang telah mengindikasikan penurunan suku bunga bank beberapa hari sebelumnya. “Prospek ekonomi telah memburuk dan beberapa pelonggaran kebijakan moneter kemungkinan akan diperlukan selama musim panas,” kata Carney.

Segera setelah pengumuman, sterling menguat terhadap greenback sebanyak 1,34 persen pada akhir perdagangan. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,17 persen menjadi 96,051 pada akhir perdagangan.

Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis bahwa dalam pekan yang berakhir 9 Juli, angka pendahuluan untuk klaim pengangguran awal disesuaikan secara musiman mencapai 254.000, tidak berubah dari tingkat direvisi pekan sebelumnya dan di bawah konsensus pasar 265.000.

Dalam laporan terpisah, departemen mengatakan bahwa Indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir meningkat 0,5 persen pada Juni, disesuaikan secara musiman, mengalahkan perkiraan pasar.

Artikel ini ditulis oleh: