Jakarta, Aktual.co — Koleksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Museum Satriamandaladi Jakarta perlu diperbarui. Koleksi yang ada, khususnya pesawat tempur, sudahterlalu tua karena terakhir dipasang pada tahun 1980-an.
Demikian hasil pengamatan wartawan www.aktual.co, ketika pada hari Sabtu (23/5) berkunjunglangsung ke museum, yang menghadirkan berbagai hal terkait sejarah TentaraNasional Indonesia itu.
Pesawat jet tempur yang ditampilkan di halaman depan museumadalah Mikoyan MiG-21 buatan Rusia. Pesawat-pesawat yang ditampilkan di bagiandalam museum bahkan lebih kuno lagi. Padahal banyak pesawat tempur yang sudah dipensiunkandari TNI Angkatan Udara berasal dari generasi lebih baru.
Alutsista yang terakhir dipajang di halaman museum adalah replikakapal perang tipe MTB (Motor Torpedo Boat) RI Matjan Tutul 602. Kapal aslinyatenggelam di Laut Arafuru pada 1962 akibat serangan keroyokan kapal-kapalperang dan pesawat tempur Belanda. Pada pertempuran itu gugur Komodor JosaphatSoedarso dan para prajurit TNI lainnya.
Replika itu diresmikan masuk koleksi museum pada 2013, dansejak itu praktis tidak ada penambahan koleksi alutsista lain. Jika tidak adapembaruan koleksi, dikhawatirkan bisa menimbulkan kebosanan para pengunjung,yang jumlahnya pada saat ramai 3.000 orang per bulan.
Artikel ini ditulis oleh:

















