Direktorat Reserse Kriminal Umum Subdit Resmob Polda Metro Jaya merilis pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan penadahan (Begal) di Jakarta, Jumat (26/8/2016). polisi mengamankan lima orang tersangka termasuk seorang perempuan sebagai penadah yang sering beroperasi di kawasan Cakung dan Kalibata beserta sejumlah barang bukti 2 pucuk senjata api rakitan, 3 sepeda motor, dan sejumlah senjata tajam yang digunakan untuk melakukan pembegalan.

 

 

Sampit, Aktual.com – Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah berhasil menangkap Kdn 36 tahun, yang diduga terlibat dalam pembunuhan Hendri Priwani, warga Jalan H Mansur Sampit pada Rabu (7/9).

“Tadi dia sudah kami tangkap. Selama ini dia bersembunyi di kebun di kawasan Jalan Pelita milik warga berinisial Y,” kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Hendra Wirawan di Sampit, Minggu (11/9) malam.

Kdn ditangkap sekitar pukul 18.15 WIB. Dia langsung dibawa ke Polres Kotawaringin Timur untuk diperiksa intensif. Warga Jalan Fathul Jannah Kelurahan Baamang Tengah Kecamatan Baamang itu sempat melarikan diri.

Penyidik masih mendalami keterlibatan Kdn, namun kemungkinan dia juga akan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan itu.

Sebelumnya, Kamis (8/9) malam lalu polisi sudah menangkap IM (17) yang diduga kuat sebaga pelaku utama pembunuh Hendri. IM yang merupakan putra Kdn itu, diduga menjadi eksekutor yang membacok dengan menggunakan celurit sehingga korban meninggal.

Kepada polisi, IM mengaku membunuh Hendri untuk melindungi sang ayah yang sebelumnya lebih dulu berkelahi dengan Hendri. Meski IM mengakui tindakannya, namun polisi juga menangkap ayahnya, Kdn karena diduga kuat terlibat dalam perkelahian berujung hilangnya nyawa korban.

IM akan dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sedangkan sang ayah, yakni Kdn, masih akan didalami sejauh mana perannya dalam pembunuhan tersebut.

Kejadian itu bermula saat korban yang diduga sedang mabuk, bermaksud membeli narkoba dan mendatangi rumah Kdn. Namun Kdn mengaku bukan penjual narkoba sehingga keduanya terlibat perkelahian.

IM yang terbangun setelah mendengar kegaduhan itu, langsung mengambil celurit untuk membantu sang ayah. Dia kemudian membacok korban hingga akhirnya meninggal di atas tumpukan pasir sekitar 50 meter dari lokasi perkelahian. Ayah dan anak itu langsung kabur, namun kini mereka berhasil ditangkap.

“Ini murni tindak kriminal, tidak ada kaitannya dengan masalah SARA (suku, agama, ras dan antargolongan). Masyarakat jangan sampai terprovokasi. Percayakan pada kami untuk memprosesnya sesuai aturan hukum, apalagi pelakunya sudah tertangkap,” ujar Hendra.

Komandan Kodim 1015 Sampit Letkol Inf I Gede Putra Yasa meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Pihaknya juga akan melakukan patroli untuk mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Masyarakat jangan terprovokasi. Ini murni masalah kriminal. Tidak ada kaitan dengan masalah SARA. Mari kita menjaga daerah kita ini agar selalu kondusif,” kata Gede.