Jakarta, Aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghimbau bahwa penangkapan Ketua Dewan DPD RI Irman Gusman merupakan peringatan terhadap mafia pangan dan aparatur penegakan hukum.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menegaskan, pihaknya tidak akan tebang pilih dalam memberantas korupsi atau adanya oknum yang bermain di bidang pangan.
“Saya harap pangan ini penting untuk kesejahteraan rakyat dan merupakan program pemerintah yang khusus,” kata Laode di kantor KPK, Jakarta, Sabtu (17/9).
Maka KPK imbau para pejabat eksekutif, legislatif, yudikatif, penegak hukum, pengusaha, tolong jangan ulangi hal seperti itu,” sambung dia.
Menurut dia, masalah pangan merupakan salah satu prioritas KPK saat ini. “Kasus ini merupakan perhatian khusus pada kedaulatan pangan.”
“Karena itu KPK berikan perhatian sangat khusus dengan kasus-kasus kedaulatan pangan. Sebab, ini prioritas pemerintah secara umum,” tandasnya.
Sekedar informasi, Irman Gusman terjaring dalam operasi tangkap tangan oleh KPK di kediaman dinasnya di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9) dini hari.
Ketua DPD RI itu telah menerima suap Rp 100 juta dari pihak swasta. Suap diterima dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto (XXS) dan istrinya Memi.
Sogokan itu guna memuluskan pengurusan jatah kuota impor gula dari Bulog untuk Provinsi Sumatera Barat 2016.
Pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan perkara distribusi gula tanpa sertifikat SNI yang dilakukan Xaveriandy di Sumbar.
Diketahui, Xaveriandy berstatus terdakwa dan menyogok Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Padang Farizal Rp364 juta, agar lolos dari jeratan hukum.
Fadlan Syiam Butho
Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan

















