Jakarta, Aktual.Com-Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Harry Azhar Aziz beserta jajarannya berkunjung ke Istana Negara menemui Presiden RI Joko Wododo guna menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I 2016.

Dimana IHPS 2016 sendiri termaktub ringkasan dari 696 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terdiri dari 116 pada pemerintah pusat, 551 pada pemerintah daerah dan 29 pada BUMN dan badan lainnya.

“IHPS I tahun 2016 juga memuat hasil pemerasan kinerja sesuai RPJMN 2015-2019, yaitu pengelolaan penyaluran pupuk bersubsidi, pengendalian sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, pembangunan dan pengembangan pelabuhan laut, penanggulangan kemiskinan dan tata kelola perizinan lingkungan hidup,” jelas Harry di Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Lebih lanjut Harry mengungkapkan hasil pemeriksaan secara umum yang dilakukan oleh BPK RI menarik kesimpulan jika pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan belum efektif.

Dimana secara terperinci, kata dia BPK telah mengungkap 70 temuan yang memuat 81 permasalahan yaitu 76 permasalahan ketidakefektifan senilai Rp36,21 miliar dan lima permasalahan kerugian senilai Rp7,47 miliar.

Dengan demikian kata Harry secara global terdapat belasan ribu temuan terkait masalah, dimana sebagian dari masalah tersebut, diantaranya berdampak pada kondisi finansial Indonesia.

“Secara keseluruhan, BPK mengungkapkan temuan yang memuat 15.568 permasalahan, 10.19 terhadap ketentuan meliputi 7,561(49 persen) kelemahan SPI dan 7.907 (51 persen) permasalahan ketidakpatuhan tersebut, peraturan perundang-undangan senilai 4,68 triliun,” ungkap Harry.

Permasalahan ketidakpatuhan sebanyak 4.762 (60 persen) tambah Harry adalah pemasalahan berdampak finansial senilai Rp30,62 triliun.

Sehari sebelumnya kata Harry, pihaknya juga telah menyerahkan IHPS I 2016 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rapat paripurna yang digelar di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa 4 Oktober 2016.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs