Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Polri memang tengah menggarap berbagai kasus dugaan tindak pidana korupsi. Termasuk pengusutan dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS), di sejumlah sekolah pada APBD Perubahan DKI Jakarta 2014.
Begitu pun perkembangan pengusutan kasus kebocoran soal Ujian Nasional tahun ajaran 2014-2015, yang tersebar di laman situs internet ‘google’.
Dua kasus yang sempat menjadi sorotan publik ini seakan mulai tenggelam. Bahkan, polisi kerap bungkam saat dikonfirmasi awak media terkait progres perkembangan dua kasus itu.
Sontak, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menepis anggapan tersebut. Menurutnya, proses hukum terhadap kedua kasus yang ditangani penyidik Bareskrim tetap berjalan.
“Sebetulnya tidak jalan di tempat itu proses masih berjalan, tentu ini kan sedang menyelesaikan seperti kasus UPS itu, menyelesaikan berkasnya yang menjadi tersangka itu,” kata Badrodin, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/5).
Kendati demikian, jenderal bintang empat itu mengisyaratkan bakal ada tersangka baru dalam kasus UPS dan kebocoran UN yang tengah digarap anak buah Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso.
“Tapi kan juga nanti setelah itu ada langkah lanjut yang mungkin ada pihak-pihak lain yang akan ditetapkan tersangka atau yang terlibat di situ tentu akan disidik lebih lanjut. Jadi menurut saya tidak jalan di tempat,” tegas Badrodin.
Untuk kasus kebocoran UN sendiri, hingga kini pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait penanganan kasusnya.
“Itu nanti saya cek perkembangannya (kasus UN). Apakah itu nanti ditangani sendiri oleh Diknas atau di serahkan ke kami,” demikian Badrodin.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby

















