Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik sekaligus Direktur Parlemen Watch Jatim Umar Salahudin menyarankan agar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini harus siap dengan risiko jika maju lagi di Pilkada Surabaya 2015 lewat jalur independen, sebagai opsi kedua.
“Menurut saya Risma perlu memiliki pendirian yang kuat jika ingin maju lagi. Mengingat sanksi jika mengundurkan diri dari jalur independen cukup berat yakni harus membayar denda Rp10 miliar,” kata Umar, di Surabaya, Jumat (22/5).
Hal ini menindaklanjuti pernyataan sebelumnya dimana pihaknya meminta Rismaharini mewaspadai upaya penjegalan dirinya agar tidak bisa maju lagi di Pilkada Surabaya 2015.
Sehingga Risma harus punya rencana atau opsi lain seperti halnya maju lewat jalur independen atau koalisi parpol, jika saat injury time tiba-tiba PDIP membatalkan rekomendasi untuknya.
Umar mengatakan Rismaharini perlu memiliki ketegasan dan pendirian yang kuat karena setiap keputusan pasti ada risikonya.
“Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan, meski kadang pahit,” katanya.
Selama ini, Umar menilai Rismaharini seperti halnya ‘gadis seksi’ yang diburu banyak orang, baik partai maupun pemilih.
“Jika memang tidak punya chemistri dengan PDIP, lebih baik cari kendaraan lain yang lebih nyaman dan aman, baik melalui partai maupun independen. Tapi menurut saya tetap pakai kendaraan partai,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:

















