Jakarta, Aktual.com – Sejumlah kader Partai Golkar meminta para petingginya untuk meninjau ulang dukungan terhadap calon petahana gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang saat ini terbelit kasus penistaan Al-Quran surat Al-Maidah 51.
Menanggapi hal itu, Korbid Polhukam DPP Partai Golkar Yorrys Reweyai mengaku tak ingin mengomentari hal tersebut.
“Kita tidak lihat dari situ, tapi yang dipegang itu pernyataan resmi dari DPP. Jadi saya tidak mau tanggapi komentar perorangan,” ujar Yorrys di Jakarta, Rabu (9/11).
Yorrys menegaskan, bahwa Golkar konsisten untuk tetap memberikan dukungan kepada Ahok.
“Itu tidak berubah,” tegas dia.
Menurut Yorrys, usulan Fadel dan anggota Wanbin Fahmi Idris tidak mungkin diterima diterima DPP. Sebab, mendukung Ahok sudah mutlak merupakan putusan pimpinan pusat.
“Kalau evaluasi itu harus sejalan dengan Pak Novanto jadi tidak bisa pribadi-pribadi. Ya sekarang saya kira wajar lah ada dinamika-dinamika politik. Biasa lah itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Dewan Pembina Partai Golkar, Fadel Muhammad menyatakan soal dukungan kepada Ahok ada pada kewenangan DPP. Menurut dia, pihaknya sudah berencana akan menggelar rapat internal terkait Ahok.
Terutama pasca mencuatnya kasus dugaan penistaan agama yang menuai kontroversi dan sorotan publik beberapa pekan terakhir ini.
“Itu harus DPP yang jawab, jangan kita dewan pembina. Nanti kita akan bikin rapat tersendiri,” uja Fadel di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (8/11).
Setelah rapat internal, Dewan Pembina Golkar juga berencana menggelar rapat bersama DPP. Rapat akan membicarakan soal dukungan Golkar kepada Ahok.
“Saya akan bikin rapat sendiri dengan DPP. Kita akan mengimbau dulu reaksinya bagaimana,” tutupnya.
Sekedar informasi, pada Pasal 6, ayat (5) dan ayat (6), PKPU Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencalonan, Kepala Daerah dijelaskan bahwa partai politik pengusung calon tertentu tidak dapat menarik dukungannya kembali.
(Laporan: Nailin)
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















