Presiden Joko Widodo (kedua kanan didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kiri), KSAL Laksamana TNI Ade Supandi (kanan), Komandan Korps Marinir TNI Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono (kiri), Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksamana (tengah) memberikan pengarahan kepada pasukan Marinir di Lapangan Utama Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (11/11). Presiden menegaskan loyalitas Korps Marinir TNI Angkatan Laut kepada negara dan rakyat, setia pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika sudah tak perlu diragukan lagi. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/aww/16.

Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengingatkan kegiatan safari Presiden Jokowi ke kesatuan TNI ataupun Polri tidak memberikan sinyal yang salah dengan mengatakan bahwa pasukan siap digerakan dan sebagainya.

“Bagus- bagus saja, cuma jangan ada kesan ini memberi sinyal yang salah dengan mengatakan pasukan siap digerakkan dan sebagainya,” kata Fadli, di Jakarta, SeNin (14/11).

“Menyapa Polri dan TNI memang sesuatu yang rutin dalam rangka meningkatkan semangat dalam menjalankan tugas dan tugas mereka melayani dan melindungi rakyat bukan yang lain,” tambah dia.

Ketika ditanyakan, apa ini karena ada rencana unjuk rasa lanjutan nantinya?.

“Pak Jokowi perlu mempelajari lagi di belakang ini apa sih tuntutannya. Pak Jokowi jangan salah diagnosa, ini bukan soal Pilkada. Tapi kalau Jokowi melihat ini Pilkada sudah pasti salah,” ujarnya.

“Ini ada persoalan yang oleh ulama habaib dan sebagian besar umat muslim tersinggung atas ucapan saudara Ahok. Kalau Pak Jokowi melihat ini persaingan Pilkada bisa salah. Saya himbau kepada Presiden jangan salah mendiagnosa keadaan,” tandas politikus Gerindra.[Novrizal Sikumbang]

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Andy Abdul Hamid