Alat berat mulai menghancurkan ratusan rumah warga Bukit Duri di Jakarta, Rabu (28/9/2016). Penertiban terhadap bangunan di bantaran Kali Ciliwung ini dilakukan Pemrov DKI Jakarta untuk mengembalikan fungsi sungai.

Jakarta, Aktual.com – Ahli kajian perkotaan dari Savannah State University Amerika Serikat Prof Dr Deden Rukmana MPDS mengatakan keberadaan kampung di perkotaan seharusnya menjadi keunikan perkotaan di Tanah Air serta jangan digusur.

“Kampung seharusnya menjadi keunikan kota. Bukan sesuatu yang mengganggu dan harus digusur,” ujar Deden saat acara jalan sehat bersama Diaspora Indonesia di Jakarta, Minggu (18/12).

Masyarakat yang di perkampungan, lanjut dia, harus dijadikan komponen dari kota tersebut dan bagian dari kampung tersebut.

“Jadi mereka bukan numpang di kota itu. Tetapi bagian dari kota tersebut.” Ia mengaku tak setuju dengan konsep pemimpin yang suka menggusur perkampungan, apalagi proses relokasi berada jauh dari sumber penghidupan masyarakat itu sendiri.

Perkampungan yang ada di perkotaan hanya perlu ditata tanpa perlu digusur. Masyarakat setempat pun tak perlu dijauhkan dari sumber penghidupannya.

Deden yang juga saat ini diminta bantuan dalam uji materi UU 51 1960 tentang Pemakaian Larangan Tanah Tanpa Izin, mengatakan pihaknya dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta berupaya agar masyarakat tidak seenaknya saja digusur oleh penguasa.

“Jangan dipikir orang kampung itu kumuh, kotor dan penyebab utama banjir. Mungkin mereka salah satunya, tapi yang menjadi penyebab utama adalah pembangunan mal atau hotel di ruang hijau. Justru itu sebenarnya yang menjadi penyebab utama banjir,” papar dia.

Warga kota, lanjut dia, seharusnya bangga terhadap kotanya tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan melibatkan warganya dalam pengambilan keputusan.

Warga hendaknya dijadikan subjek pembangunan, bukan objek dari pembangunan itu sendiri.

“Masyarakat kampung turut dilibatkan dan diberikan fasilitas seperti bangun tamanm. Bikin sesuatu, yang membuat masyarakat terlibat jauh dalam pembangunan,” imbuh dia.

Deden berharap Pilkada serentak 2017 dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin daerah yang menjadikan warganya sebagai subjek pembangunan, sehingga lahir rasa memiliki dan kebanggaan pada warga akan daerahnya itu.

(Ant)

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby