Jakarta, Aktual.co —Aspek promotif dan preventif pada pelayanan kesehatan lanjut usia (lansia) merupakan upaya penting yang harus dilakukan di Indonesia saat ini dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan lansia di Tanah Air.
Di samping itu, upaya di kedua bidang tersebut sangat signifikan untuk disebarluaskan di tengah masyarakat guna menghemat biaya kesehatan yang timbul akibat berbagai penyakit degeneratif kronik dan infeksi yang paling sering dialami lansia.
Sementara itu, komitmen untuk mengedepankan hal tersebut diserukan hari ini oleh Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Dirjen BUK), Satgas Imunisasi Dewasa dan Perhimpunan
Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) dalam rangka memperingati Hari “Lanjut Usia Nasional 2015” yang diperingati tanggal 29 Mei mendatang, setiap tahunnya.
Menurut data Badan Pusat Statisik (BPS) tahun 2012 lalu, jumlah penduduk berusia di atas 60 tahun yakni, 7,56 persen dari total populasi (sekitar 18 juta jiwa).
Namun bila dilihat tren dan proyeksinya, Bappenas dan BPS sepakat bahwa jumlah usia lanjut di Indonesia akan terus bertambah.
Jika pada tahun 2010, proporsi usia di atas 65 tahun hanya lima persen dari total penduduk, maka pada tahun 2035 nanti, diperkirakan menjadi 10,6 persen.
Bila dikalikan dengan prediksi populasi Indonesia di tahun 2035 sebesar 305,6 juta, maka 20 tahun lagi akan ada sekitar 32,39 juta penduduk usia di atas 65 tahun.
Dalam sambutannya, Prof. DR. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, FINASIM, FACP, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa mengatakan, bahwa sehat di usia lanjut yang menjadi tujuan kita semua memerlukan berbagai upaya.
Salah satunya, adalah upaya pencegahan penyakit menular dengan vaksinasi.
“Kami berharap mereka yang berusia lanjut dapat meneruskan gaya hidup sehat serta melaksanakan vaksinasi. Dewasa ini vaksinasi yang dianjurkan pada orang usia lanjut adalah influenza, pneumonia dan herpes zoster, ” jelasnya, ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (21/5).
“Pada saat ini vaksinasi pada lansia masih dibiayai oleh masyarakat, belum menjadi program pemerintah. Karena itulah gaung vaksinasi dewasa, khususnya vaksinasi untuk usia lanjut, gaungnya belum terlalu kuat,” katanya.
“Biaya vaksin relatif masih tinggi sehingga dapat menurunkan akses untuk vaksinasi. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya gerakan vaksinasi lansia untuk hidup sehat dan bahagia,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Prof. DR. dr. Samsuridjal Djauzi menjelaskan, bahwa permasalahan kesehatan yang kerap dialami lansia adalah penyakit kronis degeneratif yang “tidak dapat sembuh” dan memerlukan pengobatan berkesimbungan dalam jangka panjang seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes melitus, kanker, penyakit paru obstruktif kronis,
dan demensia.
Khusus di Indonesia, angka penyakit infeksi pada usia lanjut juga masih tinggi, mengingat sistem imunitas manusia memang akan menurun seiring pertambahan usia.
“Penyakit infeksi yang dimaksud, antara lain pneumonia, herpes zoster, tuberkulosis, influenza, infeksi saluran kemih, dan infeksi saluran cerna, ” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















