Jakarta, Aktual.Com- Meski sudah dalam penguasaan Pemerintah Suriah, Kelompok pemberontak Suriah pada Jumat (23/12/2016) membombardir Aleppo, Suriah, hingga menewaskan setidaknya tiga orang.

Menurut Antara, Sabtu (24/12/2016) disebutkan jika Presiden Suriah Bashar al-Assad yang didukung sekutu-sekutunya mengatakan pengosongan kota tersebut dari pemberontak dapat membuka jalan menuju penyelesaian politik bagi Suriah.

Sehari setelah rombongan terakhir pemberontak meninggalkan kantong kekuatan mereka di Aleppo menuju Barat di bawah gencatan senjata, lembaga pemantau perang yang berpusat di Inggris Syrian Observatory for Human Rights mengatakan sekitar 10 bom jatuh di distrik barat daya, al-Hamdaniya.

Selain itu, lembaga itu juag menyebut enam orang, termasuk dua anak, tewas sementara televisi nasional mengatakan setidaknya hanya ada tiga orang yang meninggal.

Di Ibukota Suriah, Damaskus, pihak berwenang mengatakan pada Jumat bahwa kelompok pemberontak telah mencemari air dengan diesel sehingga pasokan air terpaksa dihentikan selama beberapa hari.

Kelompok pemberontak, yang berupaya menggulingkan Presiden Bashar al-Assad, selama konflik sejak 2011 telah berulang kali mengebomi wilayah-wilayah di Aleppo.

Sementara itu, menurut Komite Internasional Palang Merah, sudah 35.000 orang, sebagian besar warga sipil, yang sudah meninggalkan kota itu. Banyak di antara mereka sebelumnya bermukim di Aleppo sebagai pengungsi.

Syrian Observatory for Human Rights melaporkan bahwa pada Jumat pagi pasukan pemerintah dan sekutunya-sekutunya, termasuk kelompok Hisbullah Lebanon, memeriksa sejumlah wilayah yang ditinggalkan oleh para pemberontak dalam rangka membersihkan ranjau-ranjau dan berbagai barang berbahaya lainnya.

Televisi pemerintah menunjukkan gambar distrik al-Ansari, termasuk jalan kosong serta bangunan-bangunan yang hancur karena serangan udara. Saat proses pengambilan kembali kendali Aleppo, pasukan Assad dibantu serangan udara Rusia, milisi serta para petempur dari Hisbullah Syiah dukungan Iran.

Pada Jumat, Assad menyampaikan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena selama ini Rusia telah menjadi sekutu utama Suriah dalam pertempuran.

Sementara itu, Putin mengatakan Rusia, Iran, Turki dan Assad telah menyepakati ibu kota Kazakhstan, Astana, sebagai tempat untuk penyelenggaraan perundingan baru perdamaian.

Pemimpin Hisbullah Sayyed Hassan Nasrallah menyebutkan kekalahan yang mendera kelompok pemberontak di Aleppo dapat membuka jalan bagi penyelesaian politik.

Perundingan perdamaian yang diperantarai Perserikatan Bangsa-bangsa di Jenewa buyar pada awal 2016 pasalnya kekerasan yang meningkat, terutama di sekitar Wilayah Aleppo.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs