Semarang, Aktual.com – Warga kawasan Karangroto, Semarang, Jawa Tengah mengkhawatirkan luapan Sungai Babon yang bisa menerjang wilayahnya jika tidak mendapatkan penanganan serius dari pemerintah.
“Hujan deras sejak Senin (26/12) malam hingga Selasa (27/12) dini hari saja sudah menyebabkan dua rukun warga kebanjiran,” kata Ali Subhan, warga RW 03 Karangroto, Semarang, Selasa (27/12).
Bahkan, kata dia, banjir kian tinggi mencapai 50 centimeter yang menyebabkan jalan raya terendam dan sebagian rumah warga juga kebanjiran yang tidak kunjung surut hingga Selasa siang.
Dia mengatakan banjir yang menggenangi permukimannya itu merupakan kejadian banjir pertama kali, sebab sejak dirinya tinggal di daerah itu 16 tahun yang lalu tidak pernah mengalami kebanjiran.
Ali khawatir jika banjir yang melanda wilayahnya semakin parah, apalagi permukiman warga sangat berdekatan dengan Sungai Babon yang dikhawatirkan meluap jika terjadi hujan deras.
“Khawatirnya kalau tanggul Sungai Babon sampai jebol dan mengakibatkan banjir bandang. Tentunya, ini mencemaskan warga di sini. Apalagi, lokasinya berdekatan dengan Sungai Babon.”
Maka dari itu, dia berharap Pemerintah Kota Semarang segera melakukan penanganan, terutama tanggul Sungai Babon dan mengecek saluran-saluran air yang mungkin mengalami ketersumbatan.
“Ya, kami inginnya Pemkot Semarang segera melakukan pengecekan secara menyeluruh. Kalau memang ada saluran-saluran yang mampet harus diperbaiki agar tidak terjadi banjir yang lebih parah.”
Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan persoalan banjir membutuhkan penanganan secara menyeluruh, termasuk melalui normalisasi sungai-sungai.
“Memang untuk permasalahan banjir di Karangroto belum bisa diselesaikan sesegera mungkin, butuh waktu panjang. Prioritas kami adalah normalisasi sungai, salah satunya Sungai Babon,” katanya.
Dia menyebutkan memang ada lima sungai yang targetnya akan dilakukan normalisasi, yakni Sungai Banger, Sungai Banjir Kanal Timur, Sungai Tenggang, Sungai Sringin, serta Sungai Babon.
“Sejauh ini, baru Sungai Banger yang rampung, sedangkan keempat sungai lainnya terealisasi pada 2017. Harapannya, persoalan banjir di Semarang bisa teratasi.”
Jika kelima sungai itu rampung dinormalisasi, kata Iswar, diharapkan persoalan banjir yang terjadi di wilayah timur dan utara Kota Semarang, termasuk di kawasan Karangroto, bisa dituntaskan.
Artikel ini ditulis oleh:
Antara
Wisnu
















