JakartaAktual.Com- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan, pergantian tahun baru seringkali dijadikan atau diisi dengan kegembiraan lahiriah belaka. Begadang, perayaan kembang api, terompet dan berlibur merupakan kegiatan rutin banyak orang di negeri ini, bahkan di banyak negara.
“Tentu alamiah manakala manusia bergembira dan tidak dilarang. Hal yang dilarang ialah sesuatu yang berlebihan, boros, sia-sia, dan larut dalam kegembiraan yang menjauhkan diri dari Tuhan,” terang Haedar dalam keterangannya, Sabtu (31/12/2016).
Menurutnya, perlu ada pemaknaan yang esensial dalam melepas tahun berlalu dan menyongsong tahun baru dengan perenungan diri. Salah satunya menyangkut esensi ‘Apakah hidup kita di tahun baru itu ingin lebih baik dan bermakna ketimbang tahun sebelumnya’.
Hidup yang memiliki arti positif bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa, umat manusia serta lingkungan dengan melahirkan pikiran-pikiran dan amal-amal yang maslahat dan berkemajuan.
Disampaikan, agama Islam mengajarkan agar umatnya senantiasa bertaqwa dan memikirkan masa depan. Bagi umat Muslim, tahun 2017 harus menjadi tonggak merancang dan menjalani masa depan yang lebih produktif dan konstruktif. Disinggung firman Allah SWT dalam Alqur’an Surat Al Hasyr ayat 18.
“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan,”
Umat Islam Indonesia sebagai mayoritas, lanjut Haedar, harus menjadikan tahun baru untuk maju dalam kehidupan, termasuk dalam ekonomi dan pendidikan. Dua aspek tersebut sangat penting dan strategis bagi kemajuan Islam untuk tumbuh menjadi kekuatan yang berkualitas.
“Apalah artinya jumlah yang banyak maupun kebiasaan mobilisasi massa untuk unjuk kekuatan manakala tidak disertai dengan kekuatan kualitas di bidang ekonomi dan pendidikan. Bangsa maju dan modern itu tingkat ekonomi dan pendidikannya tinggi,” jelasnya.
Umat Islam juga harus melangkah pada tahun baru dengan spirit maju. Manakala umat Islam selama ini sering terabaikan dan terpinggirkan, antara lain karena kita belum menjadi umat yang unggul dan mandiri. Kita lemah secara ekonomi dan pendidikan, sehingga kalah bersaing dengan golongan lain yang minoritas.
“Jika ingin kuat secara politik juga harus didukung dengan kekuatan ekonomi dan pendidikan,” ucap Haedar.
Untuk warga Muhammadiyah, Haedar menyampaikan rasa syukurnya karena organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan tersebut relatif lebih maju dalam bidang pendidikan dan kini diperlukan kekuatan baru di bidang ekonomi.
“Aspek pendidikan pun harus terus ditingkatkan kualitasnya agar lebih unggul dan kompetitif. Maka, jangan berhenti beramal usaha yang produktif guna meraih kemajuan!,” pungkasnya.
Pewarta : Soemitro
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















