Jakarta, Aktual.Com – Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan jika nakhoda Kapal Motor (KM) Zahro Express melompat paling akhir ketika kapal wisata yang dikemudikannya mengalami insiden kebakaran.

Pernyataan Iriawan ini sekaligus menepis kabar yang menyebutkan jika nahkoda melompat duluan ketika api mulai melahap KM Zahro Express.

“Keterangan dari penumpang yang selamat, ternyata tidak. Nakhoda justru lompat terakhir. Itu akan kami dalami kembali,” jelas Iriawan kepada Media di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/1/2017).

Pihaknya kata Iriawan terus mengorek informasi dan memeriksa  semua pihak terkait dengan kapal wisata yang terbakar Minggu kemarin.

“Tetap kita periksa. Semuanya yang ada berkaitan dengan kapal, nakhoda, juru mesin, ABK (anak buah kapal), pemilik kapal,” ujar Iriawan.

Lebih lanjut dia mengatakan jika kedepan ditemukan bukti yang menyebut kejadian itu adalah kelalaian manusia, pihaknya akan segera mengambil tindakan tegas.

“Kami sudah kembali ke TKP, segera lakukan penyelidikan, tim akan bekerja terus. Kalau ditemukan bukti pidana yang cukup, kami akan lakukan penyidikan. Kita dalami semuanya sebab musabab tragedi,” ucap Iriawan.

“Kita lakukan pemeriksaan. Dari sana mengarah ke mana, nakhoda, ABK, penyelenggara pelabuhan, kemudian pemilik kapal,” tambah Iriawan.

Sebelumnya diberitakan,  jika nahkoda lebih duluan menceburkan diri ke laut saat kapal beranjak terbakar. Nakhoda itu meninggalkan penumpang yang terjebak api di atas kapal.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs