Bekasi, Aktual.com – Sungai Cilemahabang mengeluarkan bau tidak sedap dan berwarna hitam akibat limbah industri. Akibatnya aliran sungai untuk keperluan mandi, cuci dan juga memasak, pengairan sawah warga tercemar.
“Ini disebabkan oleh limbah industri cair dan padat yang dilakukan oleh industri daerah setempat,” kata Supervisor Sungai dan Irigasi PJT II Lemahabang Suwanda Halim di Lemahabang, Kamis (5/1).
Warga Kampung Tirta Agung, Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara pun angkat bicara terkait kondisi air sungai Cilemahabang yang berubah berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau tidak sedap itu.
“Guna memastikan pencemaran ini, telah dilakukan uji sempel agar terungkap tingkat kandungan pencemarannya,” kata dia.
Pengujian ini menggunakan laboratorium Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi. Selain itu investigasi langsung dilakukan bersama BPLH.
Dari hasil uji sample terungkap, air pada aliran sungai terdapat kandungan logam, pewarna dan juga kimia lainnya. Dari hasil penelusuran, dia menyatakan tercemarnya sungai Cilemahabang merupakan imbas adanya pembuangan limbah cair dari sejumlah kawasan industri yang berada di daerah hulu sungai dan ini sudah berlangsung sejak lama.
“Bau menyengat dan warna hitam pada air itu, diketahui terjadi dalam beberapa bulan terakhir.”
Terkait tindakan, dia menjelaskan wewenang ada pada BPLH. “Kita terus berkomunikasi dengan instansi terkait mencari solusi terbaik.”
Dia menyayangkan hingga kini belum ada tanggapan resmi dari instansi terkait terutama penindakan dan pemberian sanksi.
Artikel ini ditulis oleh:
Antara
Wisnu













