Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dianggap telah melecehkan DPR. Sebab, tak hadiri undangan Komisi VII , padahal sebelum tanda tangan surat undangan, DPR telah memastikan jadwal Sudirman kosong.
“Menteri ESDM tidak datang dipanggil Komisi VII untuk dimintai klarifikasi terkait dengan statementnya yang menyatakan seluruh urusan mafia migas berhenti di Istana,” ujar Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5).
Agus menuturkan, setelah sebeluumnya DPR berencana memanggil pada hari Rabu (20/5) namun ESDM memintaa jadwal pada Kamis (21/5) setelah dilihat agenda kosong maka ditandatanganilah surat undangan. Namun, ketidakhadiran Sudirman menyatakan akibat ada agenda yang sudah terjadwal sebelumnya.
“Sebelumnya tidak hadir. Sekarang sudah diundur waktunya, masih tidak hadir juga,” ujarnya.
Menurutnya, Sudirman harus segera mengklarifikasi pernyataannya kepada Komisi VII DPR RI. Sebab ketika dinyatakan urusan pemberantasan mafia migas pada era presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono selalu terhenti di Istana dapat diartikan DPR ikut bertanggung jawab.
“Fungsi kami kan sebagai penggawas pemerintah, jika urusan mafia migas mandek maka berarti ia tuduh DPR tak menjalankan fungsi pengawasannya,” katanya
Agus menganggap pernyataan tersebut mengarah pada kebohongan sebab tidak didukung bukti-bukti yang kuat.
“Pemberitaan yang dalam tanda kutip bohong ini disebarluaskan begitu saja sehingga klarifikasi harus disampaikan secara transparan,” tuturnya
Agus menyatakan, pemanggilan juga dapat diartikan DPR sedang melaksanakan fungsi pengawasannya terhadap pernyataan Menteri ESDM.
“Jangan sampai karena ingin dapat popularitas jadi menjelekkan orang,” ujarnya.
Sementara itu, Agus menambahkan sudah mengirimkan undangan pemanggilan ke Menteri ESDM untuk hari Senin. Namun, kemudian dijadwalkan pada hari selasa mendatang.
Artikel ini ditulis oleh:

















