Harga cabai yang melambung tinggi menjadi keprihatinan Ketua DPR untuk melihat langsung harga cabai di pasar. Harga cabai merah di Pasar Induk Kramat Jati mencapai Rp100 ribu per kg. Sebelumnya pernah menyentuh Rp120 ribu per kg. Kenaikan ini disebabkan salah satunya faktor cuaca yang membuat banyak cabai rusak. AKTUAL/Tino Oktaviano

Kupang, Aktual.com – Harga cabai merah kecil di sejumlah pasar modern dan tradisional di Kota Kupang dan sekitarnya hingga petengahan pekan ini, Rabu (18/1), masih tetap bertahan pada posisi Rp120.000 perkilogramnya.

Sementara harga cabai merah kriting dilepas para pedagang dengan harga Rp110.000, sedang cabai merah besar dilepas dengan harga Rp100.000.

“Saat ini harga cabai merah kecil masih tetap bertahan pada posisi Rp120.000, cabai merah kriting Rp110.000 dan cabai merah besar pada kisaran antara Rp80.000 – Rp100.000,” kata Umar (32), salah seorang pedagang di Pasar Kasih Naikoten Kupang.

Menurut dia, harga cabai belum juga turun sampai saat ini, karena mekanisme pasar yang berawal dari para petani yang menjual kepada pedagangan dengan harga yang cukup tinggi akibat cuaca buruk dan belum musim panen.

“Harga belum bisa turun karena yang kita beli dari petani masih dengan harga yang sama. Kalau untuk cabai merah kecil yang sudah mulai kelihatan tidak segar lagi (bercampur rusak) kita jual dengan harga Rp100.000.”

Jika cabai merah kecil kelihatan masih segar, dapat dijual dengan harga Rp120.000 sesuai dengan mekanisme pasar. Produksi cabai besar di NTT dalam tiga tahun terakhir hanya 1,9 ribu ton atau mengalami penurunan sebesar 472 ton (19,77 persen) dibandingkan sebelumnya.

“Hal ini yang tampaknya ikut memicu terjadinya kenaikan harga cabai merah saat ini,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur Maritje Pattiwaellapia.

Dia menyebut penurunan produksi cabai besar tersebut terjadi di seluruh daratan Pulau Sumba, dan sebagian daratan Flores dan Timor.

Artikel ini ditulis oleh:

Antara
Wisnu