Jakarta, Aktual.Com – Staf Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sofjan Wanandi menyebut, masalah ke depan pemerintah kedepan tak hanya sebatas soal ketidakpastian dari kebijakan Presiden Amerika Serikat yang baru, Donald Trump. Tapi juga harus ikut mengatasi masalah kesenjangan.
“Trump pasti akan menimbulkan ketidakpastian, belum ada yang tahu ke depannya, tapi kita bersiap saja. Siapkan yang terbaik saja kalau ada apa-apa kita sudah mempersiapkan diri,” ungkap Sofjan di Jakarta, Selasa (24/1).
Namun demikian, kata dia, masalah yang paling penting adalah menyelesaikan permasalahan di internal dalam negeri.
“Karena apa yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu tidak lama lagi adalah kebijakan yang akan Anda lihat untuk menyelesaikan masalah yang ada hubungannya dari gap kaya-miskin. Itu lebih penting,” papar mantan Ketua Apindo itu.
Karena masalah kesenjangan ini, lanjutnya, tak hanya dihadapi oleh Indonesia saja melainkan juga oleh negara di seluruh dunia. “Makanya, masalah ini harus dilihat dari bagaimana pemerintah kita untuk menstabilkan permasalahan jangka panjang terkait ekonomi dan politik Indonesia itu,” paparnya.
Dia menegaskan, kebijakan pemerintah untuk mengatasi ketimpangan, atau pengangguran dan kemiskinan ini, akan dirasakan oleh semua pihak termasuk dari kalangan pengusaha. Dan yang paling jelas adalah terkait dengan pertanahan.
“Jadi tanah yang tidak digunakan akan dikenakan pajak progresif, sehingga spekulan tanah tidak bermain lagi. Selama ini dibiarkan, akhirnya tanah jadi begitu tinggi dan tak bisa dibeli masyarakat. Mungkin aturannya akan diumumkan pemerintah dalam satu dua bulan ke depan,” ungkap Sofjan.
Pewarta : Busthomi
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















