Jakarta, Aktual.co — Industri otomotif di Indonesia hingga kini masih dikuasai produsen Jepang, Korea dan Eropa. Namun sebentar lagi, pertama dalam sejarah, China dan Amerika akan turut merangsek masuk dalam pasar otomotif di Indonesia. Hal tersebut terbukti dengan adanya rencana pembangunan pabrik mobil oleh perusahaan SAIC-GM-Wuling (SGMW).
SAIC-GM-Wuling merupakan perusahaan patungan antara GM (General Motor) dari Amerika Serikat, dan dua perusahaan China, SAIC dan Wuling Motors. Kolaborasi dua raksasa Amerika-China ini akan membangun fasilitas manufaktur di Indonesia untuk merakit kendaraan khusus roda empat merek Wuling, yakni mobil jenis multi purpose vehicle (MPV), dan mobil murah hemat energi atau low cost green car (LCGC).
Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan, SAIC-GM-Wuling telah menentukan lokasi pabriknya yakni di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Perusahaan tersebut bahkan sudah membeli lahan seluas 60 hektar dengan investasi yang cukup besar.
“Sekitar US$ 700 juta, atau Rp 8 triliun,” kata Menperin Saleh Husin kepada wartawan, baru-baru ini.
Mobil MPV dari SAIC-GM-Wuling ini menurut rencana akan mulai diproduksi tahun 2017 mendatang. Sebagai tahap awal, kata Menperin, SAIC-GM-Wuling akan memproduksi MPV sebanyak 200 ribu unit per tahun. Dan jumlah tersebut akan terus meningkat pada tahap selanjutnya.
Selain sebagai realisasi kerjasama Indonesia-China, kata Menperin, perusahaan tersebut menanamkan investasinya di RI lantaran dimata mereka Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial.
“Mereka melihat Indonesia ini sangat prospektif akhirnya menjadi tujuan investasi dari berbagai negara, baik Jepang, China, maupun Korea,” ujar Saleh Husin.
Praktisi industri otomotif Jhonny Darmawan, menilai, SGMW-Wuling masuk ke Indonesia karena mereka melihat peluang pasar mobil di Indonesia dan ASEAN. “Wajar mereka hadir di Indonesia, pasar mobil di Indonesia masih bagus, apalagi terkoneksi dengan pasar ASEAN,” jelas Jhonny.
Dalam hal ini, Menperin mengimbau, “jangan sampai mereka masuk ke RI hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar, tapi Indonesia harus dijadikan basis industri. Tak hanya pasar domestik tapi juga ekspor.”
Matt Tsien, Chief GM China mengatakan, sudah sejak lama SGMW Wuling berkeinginan masuk pasar mobil Indonesia. Pasar LCGC yang menggiurkan menjadi alasan, meski sudah didominasi merek Jepang. “Masih banyak ruang kami di bisnis ini,” kata Tsien ke Reuters.
Ketua IV Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Rizwan Alamsjah menilai, segmen pasar LCGC memang masih berpeluang tumbuh di Indonesia. “Mereka tinggal mengisi pasar yang sedang tumbuh,” kata Rizwan.
Berdasarkan penelusuran Aktual.co, SGMW saat ini mengoperasikan basis manufaktur di Liuzhou, China. Mereka memproduksi kendaraan mini-komersial terkemuka di China sejak tahun 2006. Pada tahun 2009, SGMW menjadi produsen kendaraan pertama di China yang sanggup menjual 1 juta kendaraan dalam setahun. Tahun 2014, SGMW menjual 1.787.931 kendaraan di China, meningkat 12,8 persen dari tahun 2013 dan menjadi rekor penjualan tertinggi sepanjang masa.
Sedangkan GM sendiri merupakan raksasa Amerika yang lahir sejak 1908 silam. Di China GM memiliki 11 usaha patungan, dua perusahaan asing sepenuhnya yang diperkuat 58.000 karyawan. Di China perusahaan ini menjual kendaraan di bawah merek Chevrolet, Jiefang, Baojun, Buick, Cadillac, dan Wuling.
Artikel ini ditulis oleh:
















