Jakarta, Aktual.co — Meski Petral sudah dinyatakan bubar, namun bukan berarti Panja migas Komisi VII DPR RI berhenti mengungkap adanya dugaan permainan dalam jual beli migas yang merugikan keuangan negara.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Mulyadi, di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (21/5).
“Menurut saya, kita ini kan profesional dan saya harus masuk dalam berbasis data dan fakta, sekarang Panja Migas sudah melakukan pendalaman dan kita akan coba minta dokumen pengkapalannya selama ini siapa pemasoknya akhirnya,” ucap dia.
“Supaya ini jadi terang- benderang tidak sekedar hanya isu (adanya mafia migas) saja, bermain politis. Bagaimana polanya, apakah tetap bermain di ISC atau tidak,” tambah politikus Demokrat itu.
Menurut dia, selama ini salah satu modus di National Oil Company (NOC) itu sering kali hanya menjadi kedok saja. Begitu pula yang sekarang di ambil alih oleh ISC, jangan sampai modus yang dilakukan sama.
“Jangan dikira dengan adanya perusahaan baru, lalu pemainnya juga baru, tidak,”
“Soal mafia ini sama seperti orang kentut, pusing mencari, karena orangnya yang ketut ikut mencari sumber kentutnya. Jadi menurut saya ini suatu hal yang tak gampang dipola membuktikan ini. Krna itu kami mencoba dalam panja migas kom ViI ini kita akan cba sampai sebisa kita dalam mencarinya,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang