Jakarta, Aktual.co — Aksi mahasiswa di depan Istana Merdeka sempat ricuh setelah beberapa pendemo dari massa gabungan Massa gabungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Gerakan Pelajar Islam Indonesia menarik kawat berduri yang disusun oleh polisi. Namun kejadian ini tidak menimbulkan kericuhan yang lebih besar karena massa berhasil ditenangkan oleh polisi dan pemimpin aksi.

Ada pun ratusan orang anggota IMM-GPII tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 15.40 WIB dan langsung melakukan orasi serta meneriakkan yel-yel. Namun, IMM dan GPII belum bergabung dengan ribuan anggota BEM Seluruh Indonesia, KAMMI serta aliansi mahasiswa lainnya yang masih berkumpul di depan gerbang Monas, sekitar 200 meter dari Istana Merdeka.

Ini merupakan aksi lanjutan dari IMM dan GPII, setelah sebelumnya pada Hari Kebangkitan Nasional juga melakukan unjuk rasa di tempat yang sama.

Massa IMM dan GPII berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta dan beberapa daerah lain. Mereka datang dengan membawa atribut bendera organisasi berwarna merah dan hijau khas IMM serta GPII.

Ada pun dalam tuntutannya saat aksi, gabungan elemen mahasiswa tersebut meminta Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundurkan diri dari posisinya karena tidak bekerja demi kepentingan rakyat dan belum bisa menyejahterakan rakyat, sama seperti tuntutan pada Rabu (20/5).

“Jika Presiden dan Wapres tidak mampu mengemban tugas sebaiknya mundur saja,” kata Sekretaris IMM Irawan Puspito saat ditemui pada aksi di Hari Kebangkitan Nasional.

Menurut Irawan, masih banyak tokoh lain yang berkompeten namun tidak mendapatkan banyak dukungan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid