1 dari 6
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golongan Karya (Golkar), Akbar Tandjung (kedua kanan), Wakil Ketua DPR dari PKS, Fahri Hamzah (tengah), Tokoh aktivis Malari Hariman Siregar (kedua kanan) dan Aktivis 98 Bursa Zarnubi (kiri), saat diskusi seputar kepemimpinan Jokowi – JK di kantor Indonesia Democracy Monitor (INDEMO), Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2014). Akbar Tandjung mengatakan, hiruk pikuk pilpres Indonesia harus menjadi pelajaran bagi bangsa. Terjadinya hiruk pikuk tersebut karena calon presiden hanya ada dua. Sejak awal sudah head to head. Dan ada nuansa masyarakat terbelah. AKTUAL/TINO OKTAVIANO















