Jakarta, Aktual.co — Wanita biasanya lebih memperhatikan tubuh dibandingkan seorang pria, bila sedikit saja ada bagian tubuh yang dirasanya mengurangi keindahan tubuhnya, maka turunlah kepercayaan dirinya.
Banyak kasus dimana beberapa orang mengambil jalan pintas dengan melakukan sedot lemak. Jika ditelusuri kembali, sebenarnya tujuan dari sedot lemak itu sendiri bukanlah alat untuk menurunkan berat badan, melainkan untuk mengurangi lemak di bawah lapisan kulit sehingga dapat membuat lekukan tubuh terlihat ideal.
Tujuan dari sedot lemak (liposuction) yaitu, membentuk tubuh bukan untuk menurunkan berat badan. Membentuk tubuh secara liposuction yakni, dengan mengurangi lemak di lapisan paling dalam di bawah kulit sehingga mempertegas lekuk anatomis yang berkurang akibat tumpukan lemak,
Cairan dan lemak yang telah tersedot memang sedikit membuat badan menjadi turun,tetapi itu bukanlah yang utama dari proses liposuction. Salah jika Sedot lemak dikatakan sebagai salah satu treatment tercepat untuk menurunkan berat badan seseorang, memang akibat dari cairan dan lemak yang dikeluarkan itu dapat menurunkan berat badan, tetapi bukan bertujuan untuk menurunkan berat badan semata.
Menurut beberapa pakar, hasil liposuction tidak permanen, karenanya harus dijaga dengan olahraga atau pengaturan diet makanan, karena apabila tidak dijaga maka jaringan lemak akan kembali seperti semula bahkan berlebih
Liposuction atau lebih dikenal dengan sedot lemak memiliki dampak (komplikasi) seperti perdarahan, infeksi, ketidakteraturan permukaan kulit, ada bagian kulit yang mati sampai kematian akibat emboli maupun kondisi pemberat operasi.
Namun, hal ini dapat dicegah apabila pasien ditangani oleh dokter yang berkompeten dalam hal ini dokter bedah plastik, dengan menuruti anjuran dan prosedur yang dilakukan sebelum dan sesudah operasi.
Artikel ini ditulis oleh:
















