Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan realisasi pendapatan negara (APBNP) 2015 sampai dengan 15 Mei 2015 mencapai Rp476,3 triliun atau mencapai 27 persen dari target yang sebesar Rp1.761,6 triliun.
Menurutnya, dari realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp392,9 triliun (26,4 persen). Pencapaian perpajakan tersebut, kata Bambang, disumbang oleh penerimaan pajak penghasilan migas serta pajak non-migas, pertambahan nilai, serta penerimaan bea dan cukai.
“Yang menjadi fokus, investasi pembentukan modal tetap bruto yang tumbuh tidak terlalu jelek dibanding 2014. Point pentingnya investasi 2015 akan mengganti peran ekspor. Pasalnya, selama ini ekspor mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Bambang di kantor Kemenkeu Jakarta, Kamis (21/5).
Sementara untuk pertumbuhan ekonomi dan inflasi, realisasi sampai dengan 15 Mei 2105 masing-masing adalah 4,71 persen dan 6,8 persen. Bambang mengatakan komponen pembentuk pertumbuhan ekonomi, yaitu konsumsi rumah tangga masih baik meskipun melambat.
“Karena biasanya di atas 5 persen, tahun 2013 itu 5,5 persen. Konsumsi lembaga nonprofit baru positif kalau ada Pemilu, ini mungkin baik di kuartal tiga dan Empat ketika Pilkada,” pungkasnya.
Untuk lebih jelasnya, berikut asumsi dasar ekonomi makro dalam APBNP 2015 dan realisasinya sampai dengan 15 Mei 2015:
1. Pertumbuhan ekonomi 4,7 persen, target 5,7 persen
2. Inflasi 6,8 persen, target 5 persen
3. Tingkat bunga SPN 3 bulan 5,6 persen, target 6,2 persen
4. Nilai tukar per dolar AS Rp12.866, target Rp12.500
5. Harga minyak mentah Indonesia USD53 per barel, target USD60 per barel
6. Lifting minyak 742 ribu barel per hari, target 825 ribu barel per hari
7. Lifting gas 1.164 ribu barel setara minyak per hari, target 1.221 ribu barel setara minyak per hari
Artikel ini ditulis oleh:
Eka
















