Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III Asrul Sani menilai urusan gender bukanlah hal yang penting jika dikaitkan dengan panitia seleksi yang diisi oleh sembilan orang wanita yang dipilih Presiden Joko Widodo.
Menurutnya, perempuan lebih resisten terhadap intervensi titipan atau intervensi lainnya terkait calon KPK yang akan dipilih.
Apalagi, lanjutnya, dilihat dari latar belakang yang multi disiplin akan membuat pemilihan pimpinan KPK berimbang. Mereka juga (pansel) terbilang profesional yang tidak terafiliasi.
“Kalau profesional dan birokrat yang terafiliasi sering ada kepentingan politik tertentu,” tambahnya.
Anggota Pansel KPK yang dipilih Jokowi adalah ekonom Destry Damayanti yang ditunjuk sebagai ketua sekaligus anggota, pakar hukum tata negara Enny Nurbaningsih, pakar hukum pidana dan HAM Harkristuti Harkrisnowo, ahli IT dan manajemen Betti S Alisjahbana, pakar hukum pidana ekonomi Yenti Garnasih, psikolog Supra Wimbarti, ahli tata kelola pemerintahan Natalia Subagyo, ahli hukum Diani Sadiawati, dan sosiolog Meuthia Ganie.
Artikel ini ditulis oleh:

















