jakarta, Aktual.com-Amerika Serikat (AS) dengan sekutunya Inggris dan Francis telah menyerahkan rancangan resolusi yang berisikan kecaman terhadap Suriah terkait serangan gas beracun.
Resolusi sendiri akan diserahkan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Sesuai isi resolusi itu, diminta untuk segera dilakukannya penyelidikan penuh atas tragedi mematikan tersebut.
Sebelumnya diberitakan telah terjadi serangan kimia yang menewaskan sedikitnya 58 orang, termasuk beberapa anak-anak, di wilayah oposisi di Barat Ddaya Suriah, Selasa 4 April 2017. Pihak oposisi menuding pasukan pemerintah sebagai dalang dibalik serangan tersebut.
Grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights mengatakan serangan terjadi di Kota Khan Sheikhun, Provinsi Idlib, yang menyebabkan puluhan orang mengalami gangguan pernapasan dan gejala lain, termasuk muntah, pingsan dan mulut berbusa.
Seorang koresponden AFP melaporkan dari sebuah rumah sakit di Khan Sheikhun yang sedang merawat korban serangan gas beracun juga terkena dampak serangan tersebut. Bahkan serangan gas tersebut menyebabkan pintu masuk rumah sakit roboh dan menimpa beberapa staf medis.
Laporan terjadinya serangan gas timbul di awal konferensi penyelesaian konflik Suriah yang digelar Uni Eropa serta Perserikatan Bangsa-Bangsa di Brussels, Belgia.
Sejumlah foto yang dirilis aktivis memperlihatkan relawan tengah menyiramkan air ke para korban. Sedikitnya terlihat dua pria tergeletak dengan mulut mengeluarkan busa putih . Provinsi Idlib kini wilayahnya sebagian besar dikuasai aliansi oposisi, termasuk mantan grup terafiliasi al-Qaeda, Fateh al-Sham Front.
Observatory mengatakan sebelas anak-anak berada di antara 58 korban tewas di Khan Sheikhun. Sikra 160 orang terluka dalam serangan tersebut, beberapa di antara mereka tetap berada dalam kondisi kritis meski sudah dirawat di rumah sakit.
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















