ilustrasi

Banda Aceh, Aktual.com – Pelaku penembakan di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur, akhirnya mau menunjukan lokasi penyimpanan senjata yang digunakan dalam aksi penembakan yang mengakibatkan dua warga yaitu Juman (51) dan Misno (35) terluka pada bagian leher dan perut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan, Kamis (6/4/2017) menyebutkan pelaku penembakan berinisial Abdullah akrab disapa Landak menyimpan satu senjata api jenis M16 di perkebunan sawit milik PT Banda Aceh Sakti Jaya di Desa Kebun Teumpeun, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur.

“Bersama senjata itu itu juga turut dikubur empat magazen, 127 amunisi, satu tas pinggang warna hitam dan satu karung putih dan plastik warna biru,” sebut Goenawan.

Dia menjelaskan, Abdullah sebelumnya menyerahkan diri ke Kodam Iskandar Muda dan kemudian diserahkan ke Polda Aceh pekan lalu. Dari kasus itu, sambung Goenawan, telah tiga orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Abdullah, dan dua temannya berinisial GR alias A (31) dan MJ (30).

“Sekarang kita masih buru dua lagi pelaku yang terlibat dalam penembakan di Aceh Timur itu. Tim masih bekerja, semoga keduanya bisa segera kita tangkap. Kami imbau, keduanya menyerahkan diri,” pungkas Goenawan.

Sebelumnya diberitakan penembakan terjadi di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur pada Minggu (5/3/2017) lalu mengakibatkan dua warga terluka yaitu Misno dan Juman. Motif penembakan ini pelaku marah karena korban mengejeknya saat pemungutan suara pemilihan kepala daerah 15 Februari 2017 lalu. Pasalnya, kandidat yang diusung pelaku kalah di lokasi tempat pemungutan suara itu, sedangkan kandidat yang diusung korban menang.

Pewarta Masriadi Sambo

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs