Ilustrasi

Jakarta, Aktual.com – Warga Manggarai RW 12 menyatakan kesiapannya menghadapi kemungkinan yang terburuk terkait penolakkan atas rencana penggusuran yang bakal dilakukan PT KAI, termasuk jika perusahaan plat merah tersebut memaksa untuk tetap menggusur warga.

Warga pun mengaku tak gentar dengan ultimatum maupun penggusuran yang dilakukan PT KAI. Sebagian besar dari mereka menyatakan akan tetap mempertahankan tempat tinggalnya dari terjangan PT KAI.

“Kalau mereka melakukan kekerasan kami akan lawan dengan kekerasan, kami siap perang,” ucap Ketua RT 2 RW 12 Manggarai, Anas Nasidi di wilayah tersebut, Jakarta, Rabu (26/4).

Sebelumnya diberitakan, pihak PT KAI berencana melakukan penggusuran pada hari ini setelah memberikan ultimatum kepada warga untuk mengosongkan wilayah tersebut selambat-lambatnya Selasa (25/4) pukul 23.59 WIB. Penggusuran ini pun batal dilakukan karena tidak ada kesepakatan antara warga dengan PT KAI dalam musyawarah siang ini.

Penolakan ini bukan tanpa dasar karena menurut warga, surat kepemilikan lahan yang dimiliki PT KAI sudah kadaluarsa sehingga penggusuran tidak dapat dibenarkan sedikitpun.

“Sertifikat yang dibawa PT KAI itu tidak berlaku, kami bahkan punya sertifikat yang tahun 70, Amdalnya saja tidak ada, proyek ini cenderung merugikan,” kata Anas.

Dia juga menyatakan warga mempersiapkan diri dengan potensi bentrokan. Dia mengklaim jika pihak PT KAI memaksa akan terus melakukan proyek DDT itu warga akan melakukan aksi pelemparan batu, hingga pembakaran.

“Kami sudah biasa perang, bisa lempar batu, bisa bakar, tinggal tunggu saja,” kata Annas.

Pewarta : Teuku Wildan

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs