Jakarta, Aktual.com – Meskipun hingga kini holding migas belum terbentuk lantaran masih ditemukan sejumlah permasalahan, namun Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupaya mensinergikan kinerja PT PGN dan PT Pertamina sebagai upaya efektivitas dan efisiensi badan usaha.
Menurut Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kemeterian BUMN, Edwin Hidayat Abdulla dengan melakukan sinergisitas di berbagai aspek usaha, semua pihak akan lebih diuntungkan.
“Holding masih ada beberapa proses yang harus kita lalui. Sementara kajian secara komersial dan hukum sudah siap. dan sekarang sedang berproses secara legal administratif. Mungkin dikomunikasi antara pimpinan kami dengan Kemenkeu dan beberapa pihak,” katanya di Jakarta kepada Media secara tertulis, Jumat (28/4)
“Tapi terlepas dari itu, walaupun holding belum terealisir, tapi tugas kami menjalankan visi dan misi Presiden bahwa dalam ketahanan energi ini kita harus bisa mendistribusikan dan memberikan pasokan energi primer secara sustainable, akuntabel dan setiap masyarakat mendapat akses terhadap energi, menerima pasokan energi secara berkelanjutan dan dengan harga lebih baik dari sebelumnya,” tukas dia.
Pada saat bersamaan Direktur Gas Pertamina, Yenni Andayani mengaku telah melakukan mapping dengan pihak PGN dan menggali berbagai potensi yang bisa dilakukan secara sinergi.
“Beberapa bulan terakhir kita menyibukkan diri dengan melihat potensi kerja sama yang ada antara Pertamina dan PGN. Contoh dengan model pipa Duri-Dumai, Alhamdulillah kami telah menyelesaikan kesepakatan yang diperlukan supaya bisa segera melakukan kegiatan fisik. Ini penting karena ada kebutuhan pasar yang tidak bisa kita abaikan, tapi dari pemasok juga sudah ready. Kalau infrastruktur tidak terbangun, yang rugi bukan hanya pasar atau pemsoknya, tapi PGN dan Pertamina kehilangan potensi bisnisnya,” kata Yenni.
Sementara itu, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagdo menyakinkan bahwa permasalahan holding tidak berarti menghalangi terwujudnya sinergi yang baik, menurutnya kedua perusahaan itu mampu berkerjasama diranah operasional.
“Walaupun holding belum jalan, tapi diranah operasional kita coba melakukan bentuk kerja sama yang nantinya kita harapkan bisa menghasilkan sinergi yang positif, bisa dijangkau masyarakat di semua segmen lapisan ekonomi masyarakat,” ujar Dilo.
Pewarta : Dadangsah Dapunta
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















